SuaraBanten.id - Saat penembakan 6 laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, ada 3 bayi di dekat Habib Rizieq. Ketiga bayi itu masih menyusui.
Cerita itu diungkapkan Rizieq dalam keterangan pers dalam sebuah suara. Insiden itu pun membuat FPI mendorong Komnas HAM, Komnas Anak dan Komnas Perempuan untuk melakukan investigasi atas penembakan itu.
"Karena dalam rombongan Habib Rizieq yang diganggu pada rangkaiannya peristiwa penembakan tersebut, terdapat perempuan, bayi dan balita," kata Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar.
FPI juga akan mendorong pihak Komnas HAM untuk memperluas, keterlibatan dan partisipasi Publik dengan merekrut komisioner Adhoc dari kalangan masyarakat sipil, yang profesional dan independen serta berintegritas.
"Untuk menjadi anggota Tim Pencarian Fakta dalam peristiwa ekstra Judicial Killing ini," lanjutnya.
Kronologis versi Habib Rizieq
Habib Rizieq ancam penembak Laskar FPI tidak akan bisa tidur dengan tenang. Habib Rizieq akan menempuh jalur hukum laskar FPI ditembak mati polisi.
Habib Rizieq mengatakan hal itu dalam sebuah rekaman yang beredar di akun youtube Hendri Official berjudul ‘EKSKLUSIF KETERANGAN HABIB RIZIEQ SYIHAB’, Rabu (9/12/2020). Habib Rizieq pun menjelaskan tentang kronologi kejadian tersebut.
Habib Rizieq mengungkapkan tidak ada satupun di antara rombongannya yang tahu akan adanya pernyergapan malam itu.
Baca Juga: Selain Komnas HAM, FPI Minta Komnas Perempuan dan KPAI Turun Tangan
“Kami tidak ada yang menyerang seperti yang disebutkan. Baik saya dan keluarga dan seluruh Laskar pengawal yang ada pada saat itu tidak tahu,” kata Habib Rizieq.
“Kami tidak pernah takut menghadapi ancaman. Mereka laskar luar biasa yang setia. Kami sudah membentuk tim untuk 6 Syuhada kita. Akan lakukan siaran pers nasiaonal kami akan menempuh jalur hukum. Kami tak akan biarkan mereka tidur tenang,” lanjut dia.
“Saya minta seluruh raykat Indonesia. Kita tempuh prosedur hukum yang jelas. Siapa otaknya semua akan terbuka.”
Habib Rizieq pun mengatakan tidak tahu jika rombongannya dibuntuti. Saat itu Habib Rizieq bersama keluarganya berangkat malam hari untuk melangsungkan kegiatan mengaji keluarga inti.
“Saat itu kami tidak pernah tahu kalau yang lakukan ini pihak kepolisian. Karena itu si siaran pers yang kami keluarkan, kami menyebut ‘orang tidak dikenal’. Kami tidak akan menuduh tanpa saksi kami benar-benar tidak tahu,” katanya.
Rombongan Habib Rizieq ada 4 mobil. Terdiri dari anak, mantu, saudara dan cucu. Sementara ada 3 bayi yang ikut.
Berita Terkait
-
Pembebasan Bersyarat Bechi Dikecam: Seharusnya Pelaku Kekerasan Seksual Tak Semudah Itu Bebas!
-
Menuai Sorotan Publik, Komnas Perempuan Minta Prosedur Bebas Bersyarat Bechi Dibuka Transparan
-
Bebas Bersyarat Bechi Janggal! Komnas Perempuan: Buka Data dan Prosedurnya ke Publik
-
Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!
-
Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas
-
DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi
-
Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi
-
Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali
-
Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR