SuaraBanten.id - Sebuah foto viral memperlihatkan krim wajah abal-abal yang dijual dengan bungkus platik kiloan. Reaksi kocak warganet tentang foto ini pun viral.
Krim wajah tersebut terdiri dari dua jenis, yang satu berwarna kuning, sementara satunya lagi berwarna putih. Tak tanggung-tanggung, bagian atas dari kemasannya pun diikat dengan menggunakan karet, layaknya mentega dan tepung kiloan.
"Dis! Udah mau 2021 masih ada aja orang yang jual dan beli kek ginian. Dapet di flashsale 2 bungkus cuma 9,9k (Rp9.900) (pic: base sebelah)," tulis akun tersebut yang mengundang banyak komentar warganet di Twitter.
Ya, kekinian banyak krim wajah dijual dengan harga murah yang menggiurkan. Bahkan, produk skincare tersebut menjanjikan dapat mengatasi sederet permasalahan kulit dalam waktu yang instan.
Mulai dari memutihkan, membuat wajah menjadi mulus dan terlihat bersih. Padahal, ini seharusnya menjadi peringatan untukmu, agar lebih berhati-hati dan curiga terhadap kandungan dari produk tersebut.
Setelah diunggah akun tersebut, sayangnya banyak warganet mengaku yang pernah menjadi korban dari krim wajah abal-abal seperti yang ada di foto.
Tak sedikit yang mengatakan jika peminat produk krim racikan tersebut masih begitu banyak. Padahal, sudah banyak edukasi yang beredar mengenai hal tersebut.
"Gua jaman SMA kemakan produk ginian tapi yang udah dimasukin jar gitu. Make 3 bulan jadi ketergantungan soalnya putihnya cepet bgt anjir??? Di bulan ke-3, gua riset-riset ga taunya emang gaada BPOM asu diboongin. Efeknya apa? Jidat beruntusan & mata panda jd kek ngobat," kisah @ayosehaat.
"Krim racikan? Tak pikir mentega sama terigu mau bikin kue wkwkwkw," tulis @awkenyang.
Baca Juga: Demi Foto, Ibu Ini Bayari Operasi Hidung Putranya Senilai Rp1,1 Miliar!
"Kayanya mereka tuh tergiur sama review-review gitu deh atau karena emang ngebet banget sm yang namanya glowing atau karena pengen cepet-cepet putih. Sedih bgt, ga mikirin kedepannya kek mana," kata @fadilasalmaa.
Berita Terkait
-
Tolak Kebiri Kiai Ashari, Sikap Komnas Perempuan Tuai Amarah Publik: Korban di Mana?
-
Modus Licik Oknum Ulama Nikahi Banyak Perempuan: Pakai Dalil Palsu hingga Hamil Kembar
-
Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Unggah Status Menantang Publik
-
Viral Delapan Siswa SMK 1 Polewali Keroyok Satpam karena Tak Terima Ditegur Merokok
-
Ayah Achmad Syahri DPRD Jember Juga Pernah Viral: Tidur saat Rapat, Punya 3 Istri
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
TV Changhong 32 Inch Garansi Resmi Menjadi Pilihan Terbaik
-
Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng
-
Gubernur Banten: RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI yang Sedang Dinonaktifkan