SuaraBanten.id - Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan atau Pilkada Tangsel 2020 diramal bakal berlangsung sengit.
Pasalnya, ada tiga pasangan calon yang berlaga dalam kontestasi lima tahunan itu. Ditambah lagi, background ketiga paslonnya pun menarik.
Kali ini Suara.com sekilas mengulik pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel nomor urut 1, Muhamad – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Pasangan ini seolah menjadi perpaduan antara Muhamad sebagai putra daerah dan Saras yang merupakan keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai perwakilan istana.
Mereka, diusung oleh PDIP, Gerindra, PSI, PAN dan Hanura. Serta empat partai pendukung yakni Garuda, Perindo, NasDem, dan Berkarya.
Mereka, menjadi paslon dengan koalisi partai tergemuk dan memiliki kursi DPRD paling banyak 23 kursi.
Sekilas Sosok Muhamad
Calon Wali Kota Tangsel nomor urut 1 Muhamad, merupakan mantan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan 2017-2020.
Sosok yang khas dengan kumisnya itu sudah memulai karier Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 1987 dan pensiun lebih awal diusia 56 tahun, dan memutuskan maju di Pilkada tahun ini.
Baca Juga: Kasus Suap Benih Lobster, Rahayu Ngaku Citranya Rusak di Pilkada Tangsel
Bapak empat anak itu juga merupakan Ketua PSSI Tangsel sejak 2010-sekarang.
Lahir di Ciputat pada 1964, Muhamad menempuh pendidikan SDN Serua II dan menamatkan pendidikannya hingga S-2 di Menara Siswa Bogor.
Muhamad termotivasi mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Tangsel lantaran ingin meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Sasarannya peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, pembangunan infrastruktur layak fungsi, penataan kota dan perbaikan lingkungan," tulisnya dalam lembar biodata yang tercatat di KPU Tangsel.
Sekilas Sosok Saras
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo adalah putri dari Hashim Djojohadikusumo, adik dari Menhan Prabowo Subianto.
Tag
Berita Terkait
-
Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
Anggaran Rp14 Miliar untuk 72 Mobil Listrik, Pemprov NTB Dikritik Lakukan Pemborosan
-
Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga
-
YLBHI Ingatkan TNI Soal Rencana Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza: Tanpa Mandat PBB Bisa Ilegal
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
TV Changhong 32 Inch Garansi Resmi Menjadi Pilihan Terbaik
-
Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng
-
Gubernur Banten: RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI yang Sedang Dinonaktifkan