Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:36 WIB
Petugas Satpol PP Kota Tangsel mencopot APK ilegal milik paslon Muhamad-Saras, Rabu (2/12/2020). [Suara.com/Wivy]

Dia membantah bahwa pihaknya tebang pilih dalam mencopot APK ilegal yang dipasang oleh timses masing-masing paslon.

Menurutnya, protes dan tudingan itu bukan kali pertama. Sapta mengaku, mendapat banyak aduan dan protes tersebut dipesan WhatsApp (wa).

"Di medsos, WA saya penuh, banyak yang mempertanyakan. Ada istilah Satpol PP takut, tebang pilih. Semuanya adalah pendapat, saya hargai pendapat masyarakat, tapi tetap tugas saya harus lakukan. Terkait ada informasi miring, kami tidak punya kepentingan. Siapapun yang melanggar, akan ditertibkan," kata Sapta di sela-sela penertiban APK ilegal, Rabu (2/12/2020).

Dia mengklaim bakal menindak tegas APK ilegal milik paslon manapun. Baik milik paslon dari petahana atau pun dari paslon lainnya.

Baca Juga: Rudapaksa Bocah Tangsel dan Coba Kabur, Dor! Pelaku Kini Meringis Kesakitan

"Kami tertibkan, menindak APK paslon tanpa kecuali. Siapapun paslon yang melanggar, gambar tidak sesuai dengan pedoman harus ditertibkan. Jangan ada istilah tebang pilih, harus sama ratakan. Kita harus buat Tangsel lebih aman nyaman dalam pesta demokrasi ini," pungkasnya.

Pantauan Suara.com saat pencabutan, APK ilegal yang dicabut didominasi APK paslon nomor urut 1 Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan paslon nomor urut 3 Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

Petugas Satpol PP Kota Tangsel mencopot APK ilegal milik paslon Muhamad-Saras dan Benyamin-Pilar di Jalan Ciater Raya, Serpong, Kota Tangsel, Rabu (2/12/2020). [Suara.com/Wivy]

Setelah dicabut dan dibredel, ribuan APK ilegal itu dibawa dan dikumpulkan ke kantor Satpol PP Tangsel. Tetapi, belum diketahui akan dimusnahkan atau sekadar disimpan untuk diamankan.

Penertiban APK ilegal itu disebut bakal dilakukan rutin hingga menjelang masa tenang Pilkada 2020.

Sebelumnya, penertiban APK ilegal itu sudah dilakukan beberapa kali pada September lalu, kemudian mulai digencarkan lagi sejak Selasa (1/12/2020) kemarin.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Meninggal Naik, Tangsel Zona Merah Lagi, Airin: Telat ke RS

Kontributor : Wivy Hikmatullah

Load More