SuaraBanten.id - Kekinian, Komisi Pemilihan Umum atau KPU Provinsi Banten menyatakan belum ada aturan yang menjelaskan cara melayani pasien COVID-19 yang dirawat di luar daerah dalam menyalurkan hak pilihnya. Jadi ada kemungkinan si pasien kehilangan hak pilihnya.
Dikutip dari Banten News, mitra SuaraBanten.id, Komisioner KPU Provinsi Banten, Nurhayat Santosa menyatakan bahwa sesuai PKPU 6 tahun 2020 pasal 73 pasal 1 dijelaskan sebagai berikut.
Petugas KPPS dapat melayani hak pilih pasien COVID-19 yang sedang dirawat atau isolasi mandiri dengan cara mendatangi, serta mendapatkan persetujuan saksi dan pengawasan TPS dan tetap mengutamakan kerahasian pemilih.
Namun aturan itu hanya untuk pasien yang dirawat di rumah sakit atau sedang melakukan isolasi mandiri di dalam wilayah yang sedang melakukan pemilihan. Atau dengan kata lain bukan di luar daerah.
Sejauh ini, Nurhayat Santosa menyatakan KPU Provinsi Banten belum memiliki aturan tentang pelayanan bagi pemilih yang berada di luar daerah sehingga ia belum tahu harus melakukan apa.
"Ya (kemungkinan tidak bisa memilih), karena itu di luar wilayah. Pilkada mengurusi yang berada di wilayah setempat. Berbeda kalau Pemilu, yang di luar wilayah kewenangannya ada di KPU setempat, sebab Pilkada lebih spesifik di wilayah tertentu," ungkapnya pada Selasa (1/12/2020).
"Jadi untuk warga di sini (Pandeglang) yang dirawat di luar wilayah, kami belum ada regulasinya jadi belum tahu memperlakukan mereka seperti apa," tambahnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan, warga yang sedang dirawat di fasilitas kesehatan atau sedang melakukan isolasi mandiri di rumah dengan catatan masih dalam satu wilayah, baru bisa dilayani petugas pemungutan suara setelah pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB.
Lepas pukul 12.00 WIB petugas pemungutan suara, pengawas TPS dan saksi akan mendatangi lokasi pemilih yang sedang dirawat atau isolasi mandiri, supaya mereka bisa menyalurkan hak pilihnya. Data orang yang dirawat atau isolasi mandiri di dapatkan langsung dari tim gugus tugas COVID-19.
Baca Juga: Banten Akan Gelar Pilkada, Empat Kabupaten Masuk Zona Merah Corona
"Kalau yang dirawat atau dikarantina akan dilayani pukul 12.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Bagaimanapun yang harus diutamakan pemilih di TPS dulu. Tapi orang yang sakit bukan karena COVID-19 pun tetap akan kami layani," kata Nurhayat Santosa.
Bagi warga yang sedang dirawat di rumah sakit dan jaraknya jauh dari tempat tinggal pasien tetap akan dilayani petugas pemungutan suara yang berada paling dekat dengan lokasi rumah sakit. Dan bukan petugas tempatnya berdomisili.
"Kalau yang dirawat di rumah sakit nanti TPS terdekat yang melayani, karena sudah diatur juga. Contohnya bila pemilih dirawat di rumah sakit Pandeglang, namun asalnya dari Sumur lantas didatangi petugas tempat domisilinya, maka saat tiba, waktu pemilihan sudah habis," tukasnya.
Berita Terkait
-
Ulasan Be With You: Jika Hujan Bisa Membawa Kembali Orang yang Kita Rindu
-
8 Arti Mimpi Kehilangan Motor Menurut Primbon Jawa, Malah Pertanda Baik?
-
Fan Party TWICE ke-11 Dikritik Lantaran Kapasitas Terbatas dan Aturan Ketat
-
Review Reborn Rookie: Ketika Kehilangan Segalanya Membawa Perubahan Baik
-
Ganjil Genap Disebut Bikin Mal Sekarat hingga Pengusaha Kabur dari Jakarta
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor
-
BRI Kokoh Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar
-
HUT ke-500 Kabupaten Serang, Yanti Mustati Soroti Keberpihakan Pendidikan dan Rakyat
-
Niat Main Futsal Berujung Maut, Polisi Buru Rombongan Pelajar Pembawa Sajam di Tangsel
-
Tunggakan Pajak Mobil Mewah di Banten Capai Rp100 Miliar, Mayoritas di Tangerang Raya