SuaraBanten.id - Penularan virus Corona (Covid-19) diduga imbas dari gelaran acara pernikahan putri Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Shihab di Petamburan, Sabtu (14/11/2020) terus bertambah.
Setelah Lurah Petamburan Setiyanto, kini giliran Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Singgih Hermawan dan Wakilnya, Kompol Sri WahyudiTanah Abang yang dinyatakan terpapar Corona.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat meninjau kegiatan rapid test massal di SDN 01-03 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020).
Fadil menduga ketiganya diduga terpapar Corona akibat klaster Petamburan.
"Mudah-mudahan kami doakan ketiga beliau ini yang bertugas melakukan kegiatan kemasyarakatan bisa segera dipulihkan kesehatannya, normal kembali hingga bisa melayani masyarakat," kata Fadil.
Fadil kemudian menjabarkan, berdasar data Gugus Tugas Covid-19 ada tiga klaster baru penyebaran pandemi Covid-19. Ketiga klaster tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Tebet, dan Petamburan.
Klaster Bandara Soekarno-Hatta muncul pasca adanya simpatisan Rizieq yang berkerumun saat menjemput kepulangannya dari Arab Saudi pada Selasa (10/11). Sedangkan klaster Tebet, muncul akibat kerumunan massa yang berkumpul di acara Maulid Nabi SAW yang dihadir Rizieq pada Jumat (13/11). Sementara, klaster Petamburan dipicu akibat kerumunan massa di acara pernikahan putri Rizieq, pada Minggu (15/11).
Menyikapi adanya tiga klaster baru itu, Fadil menyampaikan bahwa kekinian pihaknya pun tengah melakukan kegiatan rapid test massal. Hal itu dilakukan dengan upaya testing, tracing dan treatment atau 3 T.
"Kami memastikan bahwa masyarakat yang terkonfirmasi positif bisa dilakukan tracing kontak erat untuk memutus mata rantai dan juga memastikan mereka bisa segera mendapatkan perawatan yang memadai," ujarnya.
Baca Juga: TNI Turun Tangan Copot Baliho Rizieq, PDIP: Anies Sudah Tidak Mampu
Berkenaan dengan itu, Fadil pun menyinggung pentingnya penerapan protokoler kesehatan. Dia berharap, timbulnya klaster baru akibat serangkaian acara tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih patuh dan taat terhadap protokol kesehatan.
"Ini jadi pelajaran bagi kita semua betapa kerumunan itu harus taat pada protokol kesehatan. Aturannya jelas setiap kegiatan dalam masa PSBB transisi harus memenuhi syarat dan ketentuan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
-
5 Fakta Panas Bentrok Berdarah di Ceramah Rizieq Shihab yang Sebabkan 15 Orang Terkapar
-
Siapa Dalang Penyerangan di Ceramah Habib Rizieq? 5 Orang Terluka Sajam, Ini Tuntutan HRS
-
Benarkah Ada Surat Perintah di Balik Aksi Tolak Habib Rizieq di Pemalang?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sambangi Cilegon, Menteri Wihaji Beri Arahan ke Tim Penyalur MBG Ibu Hamil dan Menyusui
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Liburan Asyik Dekat Jakarta! 4 Rekomendasi Wisata di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
-
Apa Itu Sistem Polder? Teknologi yang Bikin PIK 2 Kembali Kering usai Dua Jam Hujan