SuaraBanten.id - Baru-baru ini, sebuah video yang menceritakan kisah pilu seorang wanita tidak mendapat restu dari keluarga pacarnya memancing perhatian dari para netizen.
Penyebabnya, keluarga si pacar meminta mereka untuk putus lantaran si perempuan itu dianggap kurang mampu atau miskin.
Kisah ini lantas viral setelah diunggah oleh akun TikTok, @asrindaba*** dan di-repost ulang oleh berbagai akun. Dalam video itu, wanita yang diketahui bernama Asri membagi cerita mengenai hubungan asmarannya yang terpaksa kandas.
Dalam unggahan itu Asri mengatakan hubungan dengan sang kekasih tak mendapat restu oleh keluarga pria itu gara-gara dirinya miskin.
Tidak hanya itu, keluarga pacarnya juga mengejek Asri perihal materi dan profesi yang dijalaninya. Hal itu pula yang membuat Asri kini mengaku sulit tidur dan menangis.
“Alhamdulillah. Akhir-akhir ini kalian bisa lihat sendiri aku nggak bisa tidur. Aku nangis. Kemarin hari tersial aku. Karena (hal tersebut),” ujar Asri dalam video tersebut, melansir Padangkita.
Dalam video itu, Asri juga sempat terdiam dan terisak. Ia tak mampu berkata-kata, sebelum akhirnya kembali melanjutkan ceritanya dengan menangis.
“Cuma gara-gara aku miskin, keluargamu nggak setuju sama hubungan kita. Kenapa harus ngata-ngatain materi dan profesi. Tega betul,” sambungnya.
Meski ia tidak terima dengan perlakuan keluarga pacarnya itu, ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menangis. Ia juga tak habis pikir mengapa materi harus menjadi penghalang hubungannya dengan sang kekasih.
Baca Juga: Penginjak Bendera Merah Putih Masih Bisa Senyum saat Difoto Polisi
Bahkan, oleh keluarga pria itu ia juga dituduh telah menghabiskan uang milik pria itu. Padahal, kata Asri, kekasihnya itu memang tidak mempunyai pekerjaan.
“Aku memang orang miskin, kenapa harus materi sih? Dia tuh baik, dia tuh ndak kerja. Aku selalu dibilang ngabisin uangnya atau apa. Nggak ada sama sekali aku begitu,” ucapnya.
“Kok tega banget keluarganya ngomong kayak gitu, cuma emang dari awal mereka nggak setuju sama aku. Karena dia liat asal usul katanya kalau dia dekat sama aku, malu-maluin keluarganya. Gitu.” sambungnya.
VIdeo tersebut hingga kini masih bisa ditemui di berbagai akun netizen.
Video tersebut kini menjadi viral di media sosial. Banyak warganet yang memberikan beragam komentar pada unggahan tersebut, sebagian mereka mengaku prihatin dengan hal yang dialami wanita itu.
Berita Terkait
-
PSBB Ditetapkan, Pengumuman dari Gojek Ini Jadi Sorotan Warganet
-
Penginjak Bendera Merah Putih Masih Bisa Senyum saat Difoto Polisi
-
Gagal Jual iPhone Miliknya, Alasan Warganet Ini Bikin Ngakak
-
Terungkap! Ini Penampakan Mbak Ida yang Viral Naik Motor Pakai Celana Dalam
-
Tiga Tahun Jadi Rumah Kreativitas, TikTok Hadirkan #SamaSamaDariTikTok
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan
-
Viral Kapal Tongkang Buang Material di Bojonegara, DKP Banten Curiga Itu Limbah Industri
-
Berawal dari Niat Jahat Sopir dan Kernet, Bisnis Gelap Rokok Polos di Banten Berakhir di Jeruji Besi
-
Minimalisir Terpapar Pinjol, Puluhan Mahasiswa Diedukasi Literasi Keuangan
-
Komisi III Sorot Kelebihan Bayar Rp1,5 Miliar pada Proyek RSUD Cilegon: Harus Ada Pertanggungjawaban