SuaraBanten.id - Dampak pandemi Corona dalam beberapa bulan terakhir dirasakan pekerja yang berada di kawasan Kabupaten Tangerang. Lantaran, sebanyak 79 perusahaan besar di wilayah tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Akibatnya, belasan ribu pekerja kini menjadi pengangguran.
Kepala Seksi Penyelesaian Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang Hendra mencatat, 79 perusahaan besar dan 185 perusahaan lain di Kabupaten Tangerang sudah melakukan PHK massal terhadap pekerjanya.
“Sampai hari ini sebanyak 14.189 karyawan dari 79 perusahaan besar di Kabupaten Tangerang sudah kena PHK. Perusahaan yang kecil-kecil ada juga yang menyampaikan ke kami ada 185 perusahaan yang sudah melakukan PHK, rata-rata alas pabrik kaki ada, furniture, dan keramik,” ujar Hendra seperti dilansir Bantennews.co.id-jaringan Suara.com pada Selasa (26/5/2020).
Hendra menambahkan, guna menanggulangi gelombang PHK besar-besaran tersebut, pihaknya mengimbau kepada perusahaan-perusahaan agar tidak mudah melakukan PHK.
Menurutnya, masih ada opsi selain PHK yang bisa ditempuh. Pihaknya memberikan solusi, antara lain mengurangi jam operasional pabrik dan meniadakan lemburan bagi karyawan.
“Semaksimal mungkin itu yang kita sampaikan ke perusahaan dan kalaupun harus melakukan PHK perusahaan harus mengedapankan hak-hak para pekerja,” katanya.
Berita Terkait
-
Akhirnya, Hampir 5.000 Buruh Adidas DiPHK Massal di Tangerang
-
Buruh Perempuan: PHK Massal Akibat Corona Bisa Menaikkan Angka KDRT
-
Ribuan Buruh Pabrik Sepatu Adidas di Tangerang Dipecat saat Wabah Corona
-
Ribuan Karyawan Pabrik Sepatu Kena PHK Massal
-
Dampak Corona: Ribuan Karyawan Pabrik Sepatu di Tangerang Kena PHK Massal
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang
-
Wali Kota Cilegon: Idul Adha 1447 H Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
-
Sapi Kurban Presiden RI Berbobot 1,1 Ton Disalurkan untuk Warga Cilegon