SuaraBanten.id - Sebanyak 51 orang terinfeksi virus corona di Kota Tangerang, Banten. Mereka tiggal di 10 kecamatan di sana
Hal tersebut berdasarkan data yang dihimpun dari halaman resmi informasi mengenai virus corona Kota Tangerang yakni covid19.tangerangkota.go.id pada Senin (6/4/2020). Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) 775 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 182 orang, yang meninggal 9 orang dan yang dinyatakan sembuh 13 orang.
Merujuk pada data pada Minggu lalu, jumlah warga yang positif COVID-19, ODP dan PDP di Kota Tangerang bertambah di awal pekan ini. Jumlah kasus positif COVID-19 pada Ahad (5/4) 46 orang. Pemerintah Kota Tangerang saat ini sedang menggalakkan sosialisasi ke seluruh wilayah agar masyarakat tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah.
Ratusan personil Satpol PP dibantu aparat kepolisian dan TNI pun melakukan patroli ke sejumlah pusat keramaian mengimbau masyarakat tetap berada di rumah. kecuali memiliki urusan penting.
Untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut, Pemkot mengeluarkan surat edaran kepada pelaku usaha untuk menutup seluruh tempat hiburan dan rekreasi. Kepada pelaku usaha, diminta untuk tidak menyediakan layanan makan dan minum di tempat serta hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB.
Sementara itu, sebanyak 11 pasien dalam pengawasan (PDP) di Tangerang Selatan, Banten, meninggal per Senin (6/4/2020). Sehingga total PDP yang meninggal menjadi 25, demikian data dari humaskotatangsel. Sementara warga yang meninggal karena positif COVID-19 sebanyak satu kasus dari hari sebelumnya 10 kasus. Sehingga total warga meninggal terkait virus corona menjadi 36 kasus.
Pasien yang masuk dalam ODP 434 orang dan PDP 160 orang. Warga yang sembuh, belum ada penambahan jumlah seperti hari sebelumnya yakni masih 18 orang.
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam keterangannya menuturkan peran warga untuk disiplin melakukan menjaga jarak fisik (physical distancing) sangat penting. Hal ini untuk keselamatan dan keamanan semuanya. Termasuk juga penerapan hidup pola bersih di dalam keluarga.
Sebelumnya, Airin juga menyampaikan mengenai perpanjangan masa tanggap darurat bencana wabah COVID-19 hingga tanggal 29 Mei 2020 sesuai dengan keputusan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggungan Bencana (BNPB).
Baca Juga: Kondisi Terkini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Usai Terpapar Corona
Diakuinya, merebaknya virus corona di Kota Tangerang Selatan karena kesadaran masyarakat dalam menjalankan imbauan pemerintah masih rendah. Misalnya saja, masih ada warga yang berkumpul di rumah makan.
"Kasus ini terus meningkat setiap waktu karena kesadaran kita belum tinggi. Kami imbau agar masyarakat disiplin untuk kesehatan kita semua," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Darurat Corona, Singapura Tutup Terminal 2 Bandara Changi Selama 18 Bulan
-
Ada Kasus Harimau Terinfeksi, Bagaimana Virus Corona Memengaruhi Hewan?
-
Mulai Ngevlog, Yuni Shara Tak Mengerti Sistem Keuntungan dari Youtube
-
Warganet Protes Anggaran Kemenristek Dipotong Rp 40 T untuk Corona
-
PM Inggris Dilarikan ke ICU karena Corona, Dirjen WHO Kirim Doa
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi
-
BRI Taipei Gandeng KDEI Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari