SuaraBanten.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pandeglang turun tangan merespons beredarnya potongan dua video warga penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat yang diduga diarahkan untuk mendukung Bupati petahana Pandeglang Irna Narulita. Video tersebut diketahui beredar di media sosial dan grup-grup percakapan WhatsApp, Kamis (5/3/2020).
Ketua Bawaslu Pandeglang Ade Mulyadi mengaku sudah membentuk tim untuk mencari kebenaran video tersebut secara lengkap. Nantinya, Bawaslu dengan Tim Gakumdu akan melakukan kajian, jika data dan informasi yang didapatnya dirasakan sudah lengkap.
"Kami menurunkan tim untuk menelusuri kebenaran video tersebut, tadi saya dan Pak Fauzi Ilham (Divisi Penindakan Pelanggaran) sudah ke Panwascam Kadu Hejo, untuk menelusuri kejadiannya kapan, dimana dan siapa saja supaya lengkap. Kalau sudah selesai dikirim form pengawasannya ke Bawaslu untuk,"ungkap Ade saat dikonfirmasi Suara.com pada Kamis (5/3/2020).
Selain itu, Bawaslu juga meminta pihak kecamatan untuk menelusuri beberapa orang yang menggunakan seragam aparat sipil negara (ASN) dalam video tersebut.
"Kita sudah sampai ke Kecamatan Kadu Hejo. Apakah betul itu ASN? Kalau benar hal tersebut akan segara ditelusuri. Biar informasi lengkap ke kitanya," ujarnya.
Ade menegaskan, seorang kepala desa dilarang berpihak dalam politik praktis yang dapat menguntungkan atau merugikan beberapa pihak baik saat Pilpres dan Pilkada. Hal itu kata Ade sudah diatur dalam undang-undang Desa.
"Intinya kepala desa tidak boleh berpihak, baik pada saat Pilpres maupun pada Pilkada, itu kan ada di aturan Undang-undang desa. Tidak boleh melakukan yang menguntungkan atau merugikan pihak tertentu. Kita masih kaji apakah ada unsur ke situ atau enggak,"tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mandalasari Yudi Kusnandar membantah video yang beredar saat pembagian kartu BPJS kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap Bupati Pandeglang Irna. Menurutnya, ucapan dalam video tersebut hanya ucapan terimakasih yang dibuat untuk bupati Irna terkait program BPJS yang sudah disalurkan ke warganya.
"Itu ucapan terimakasih kepada Bupati Pandeglang karena program BPJS tahap kedua sudah tersalurkan. (Redaksi) lanjutkan juga (maksudnya) lanjutkan program BPJS-nya, soalnya warga Mandalasari masih banyak yang memerlukan BPJS," kata Yudi saat dihubungi melalui sambungan telpon kepada Suara.com pada Kamis (4/3/2020).
Baca Juga: Jelang Pilkada Solo, Gibran Didatangi Wali Kota Surabaya Risma
Terkecuali, kata Yudi, dirinya mengajak warga untuk mendukung Irna dua periode baru bisa dikatakan bentuk dukungan. Disini lain, saat ini Irna masih menjabat sebagai Bupati Pandeglang belum mendaftarkan diri jadi peserta pemilu.
"Salah tangkap (isi video) itu, kecuali saya (mengatakan) mari kita dukung Ibu Irna dua periode, baru (bentuk dukungan). Kan Ibu Irna belum mencalonkan, masih Bupati Pandeglang. Terus belum ada nomornya, gimana mau ada nomornya orang belum daftar, masih jadi bupati Pandeglang,"bebernya.
"Itu hanya ucapan terimakasih dari masyarakat penyaluran BPJS sudah turun. Terus lanjutkan, lanjutkan program BPJS ini jangan sampai di sini karena masih banyak warga yang belum mendapatkan BPJS," tambahnya.
Yudi juga membenarkan ada beberapa ASN yang hadir dalam video tersebut. Menurutnya, ASN tersebut hadir sebagai bentuk pendampingan dari pihak kecamatan Kadu Hejo untuk memastikan penyaluran BPJS tersebut sampai kepada masyarakat.
"Itu dari pendamping kecamatan, kita harus manggil, harus terlibat jika benar kartu BPJS ini disalurkan kepada masyarakat,"terangnya.
Yudi juga menanggapi langkah Bawaslu Pandeglang yang tengah melakukan kajian terkait videonya. Yudi tetap pada pada pernyataan awal, jika ucap warga dalam video tersebut sebagai ucapan terimakasih kepada Bupati Irna. Diakuinya saat ini belum mengetahui jika Irna akan maju kembali, terkecuali ada dua bakal pasangan calon dari jalur independen.
Berita Terkait
-
Vokalis Jamrud Krisyanto Maju Pilkada Pandeglang, Begini Kata Pengamat
-
Ada 270 Pilkada 2020, Demokrat Targetkan Menang di 200 Daerah
-
Bawaslu Temukan Bukti Camat di Jember Ajari Salam 2 Periode Jelang Pilkada
-
Bawaslu Beberkan Indeks Kerawanan Pemilu: Manokwari dan Sulut Paling Tinggi
-
Selangkah Lagi, NasDem Pastikan Dukung Menantu Jokowi Maju di Pilkada Medan
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Lengkapi Rutinitas Skincare Harianmu, Beli Sunscreen Cetaphil Online Original Hanya di Blibli
-
Sambut Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Dukung Pendidikan Lewat Program Ini Sekolahku
-
Modus Pengiriman Paket Ekspres, Polisi Gagalkan Peredaran 3 Kg Ganja di Tangerang
-
Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti