SuaraBanten.id - Pembunuhan bos lapak rongsok yang terjadi di Reni Jaya RT 02/05 Pamulang Barat Kota Tangerang Selatan diduga karena dilatari cemburu. Dari hasil pemeriksaan polisi, Pelaku Hermanto (62) mengaku membacok istrinya, Rosmiati (42) hingga tewas dengan menggunakan sebilah golok.
Kapolsek Pamulang Kompol Hadi Supriyatna mengemukakan, Hermanto mengaku membacok istrinya karena rasa cemburu yang menduga istrinya selingkuh dengan seorang pedagang warung. Namun, lanjut Hadi, prasangka pelaku tersebut ternyata belum pernah dibuktikan.
"Saat ditanya motif, pelaku (menjelaskan jika) istrinya selingkuh dengan pedagang sembako. Kata dia cuma dapat info dari warga, enggak pernah mergokin," katanya saat dihubungi pada Rabu (11/12/2019).
Selain itu, pelaku mengakui perbuatannya itu dilakukan ketika sang istri sedang berbaring menonton televisi di kasur kontrakannya dengan membacok bagian wajahnya hingga beberapa kali.
Bahkan, perbuatannya itu segera diketahui anaknya yang baru berusia tiga tahun karena terbangun dan melihat kondisi ibunya yang mengenaskan.
"Pas dia pulang istrinya lagi nonton TV, lagi tidur. Saat baru datang, dia colek istrinya dan menyuruh pergi, 'pergi sana, gua mau minggat'. Dari situ (pelaku) langsung ambil golok di atas kulkas."
Setelah melakukan aksinya, pelaku segera dicokok di rumah putra tertuanya yang berada di bilangan Rawa Kalong, Gunung Sindur Bogor.
Lebih lanjut, Hadi menjelaskan, pelakunya disangkakan Pasal 351 ayat (3) KUHP lantaran melakukan penganiayaan hingga berujung kematian.
Kontributor : Muhammad Iqbal
Baca Juga: Pemulung Pembacok Istri di Pamulang Kerap Cekcok dan Dilerai Tetangganya
Berita Terkait
-
Pemulung Pembacok Istri di Pamulang Kerap Cekcok dan Dilerai Tetangganya
-
Fazrin Dibegal, Dibacok Sampai Tangannya Hampir Putus di Cibitung
-
Dibuntuti Sehabis Kondangan, Jari Tangan Fazrin Nyaris Putus Dibacok Begal
-
Wajah Dibacok Eko Pakai Celurit, Mulut Korban Robek hingga ke Kuping
-
Kalah Duel Sajam, Topik Tangan Kirinya Putus Disabet Celurit Lawan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Gubernur, Kadis PUPR dan Bupati Dipanggil PN Pandeglang: Buntut Gugatan Warga Soal Jalan Berlubang
-
Niat Cari Nafkah Berujung Pidana, Al Amin Minta Keadilan: Saya Hanya Korban Jalan Berlubang
-
Kecelakaan Kerja di Pelindo Banten, Sopir Truk Asal Pandeglang Tewas
-
Nyawa Siswa SD Melayang Akibat Lubang, Jalan Gardu Tanjak Pandeglang Masih Terbengkalai
-
Gugat Gubernur Banten Karena Jalan Rusak, Pemprov Siap Hadapi Tukang Ojek Pandeglang