SuaraBanten.id - Seorang wanita berinisial D (23) tak menyangka akan berakhir diperkosa saat meminta bantuan HAP (24), rekan lelakinya untuk pindah indekos. Parahnya, aksi rudapaksa itu terjadi setelah korban dicekoki minuman keras oleh HAP.
Aksi pemerkosaan itu terjadi setelah korban yang sudah dalam kondisi mabuk berat dibawa HAP ke apartemen Paragon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang pada Senin (5/8/2019) lalu.
Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel), AKBP Ferdy Irawan mengatakan, pemerkosaan itu terjadi setelah HAP memberikan kasur dan selimut, lalu mengajak korban untuk jalan.
“Tersangka HAP awalnya memberikan kasur dan selimut ke D, lalu setelah, itu D diajak muter-muter terlebih dahulu dan menawarkan obat nafsu makan dan minuman keras merek Soju. Setelah mabuk, D dibawa ke apartemen Paragon ,” kata Ferdy seperti dikutip dari Bantennews.co.id--jaringan Suara.com, Kamis (22/8/2019).
Menurut Ferdy, tersangka berdalih kepada D bahwa minuman keras merk soju tersebut adalah ramuan untuk menggemukkan badan. Setelah itu sontak saja si D langsung meminumnya bersamaan dengan obat nafsu makan.
“Sesampainya tiba di apartemen itu, lantaran si D dalam kondisi mabuk, tersangka HAP menggendongnya sampai pada kamar yang disewanya sebesar Rp 100 ribu per 3 jam. Setelah itu HAP langsung membuka semua baju korban dan mencium-cium leher dan bibirnya,” kata dia.
Ferdy melanjutkan, saat diciumi itu korban sempat sadar dan berontak, namun tersangka mengancam dan memegangi tangannya sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Dan setelah itu tersangka langsung menyetubuhi D.
“Atas kejahatannya itu pelaku dijerat tindak pidana pemerkosaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Polres Tangsel Buru Debt Collector Penikam Advokat: Tak Ada Ruang Bagi Kekerasan
-
Momen Bukber Langka di Rutan Serang, Ratusan Tahanan Nikmati Waktu Bersama Keluarga Tercinta
-
Polda Banten Luruskan Status Tukang Ojek di Pandeglang: Belum Tersangka, Masih Penyelidikan
-
Lawan Balik! Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Tukang Opang di Pandeglang Gugat Gubernur dan Bupati
-
Biaya Service AC Mobil Membengkak? Bisa Jadi Karena Oli & Dryer Terlambat Diganti