SuaraBanten.id - Aparat Polres Bandara Soekarno Hatta telah memeriksa sejumlah saksi dari PT. Garuda Indonesia terkait kasus defamasi atau pencemaran nama baik yang diduga dilakukan dua YouTubers, yakni Rius Vernandes dan Elwiyana Monica.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara Soetta, Ajun Komisiaris Polisi Alexander Yurikho mengatakan, empat saksi dari Garuda Indonesia yang sudah diperiksa itu merupakan pihak pelapor.
"Semuanya dari pihak Garuda, diperiksanya sudah sejak hari Senin sama Selasa," ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2019).
Diketahui, Rius dan Elwiyana dilaporkan ke Polres Bandara Soetta lantaran dianggap telah melakukan pencemaran nama baik kepada Garuda Indonesia. Pelaporan itu dilakukan setelah kedua YouTuber mengunggah foto daftar menu kelas bisnis yang ditulis tangan lewat Instastory akun Instagram @rius.vernandes pada Sabtu (13/7/2019).
Terkait pelaporan itu, kedua Youtubers itu batal menjalani pemeriksaan perdana yang sudah dijadwalkan pada Rabu (17/7/2019). Keduanya tak memenuhi panggilan lantaran beralasan sibuk.
Alex menambahkan, pihaknya akan kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rius dan Elwiyana Monica pada Selasa (23/7/2019) mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR
-
Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano
-
Pengakuan Yayat Yakin Mayat Tanpa Identitas di Pulau Enggano Adalah Ayahnya Usai Lihat Benda Ini
-
Gubernur Andra Soni Sampaikan Belasungkawa Langsung ke Keluarga Surakman
-
120 SD dan SMP di Cilegon Kelola Sampah di Sekolah, 35 Ton Berhasil Dikelola