SuaraBanten.id - Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho mengaku masih menunggu laporan terkait kasus bocah beriniisial KZA (10) yang dipasung oleh orang tuanya. Hingga saat ini, kata dia, polisi belum menerima laporan dalam kasus tersebut.
"Sejauh ini belum ada (laporan)," ujar Alex kepada Suara.com, Jumat (15/3/2019).
Menurutnya, saat ini kasus tersebut telah ditangani Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan. KZA pun kini telah berada disana untuk diurus secara intensif.
"Kalau kasus ini, sekarang sudah ditangani oleh Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan ya," tambahnya.
Diketahui, seorang bocah berinisial KZA di kawasan Tangerang Selatan, Banten mengalami penyekapan dan penyiksaan karena mendapatkan tindakan pemasungan oleh keluarganya. Dari pengakuan tetangga, KZA terpaksa dipasung oleh orang tuanya karena mengalami gangguan mental. Saat ikatan pasung dilepas, KZA kerap berlari-lari ke tengah jalan tanpa mengenakan busana.
KZA juga diceritakan kerap mengambil barang di warung, masuk rumah warga sembarangan hingga memecahkan barang. Hal itu terjadi saat KZA tidak dalam pengawasan orang tuanya.
"Dia (KZA) nakal banget. Suka lari-larian ke tengah jalan, masuk rumah orang terus ngambilin barang," ujar seorang pemilik warung dekat rumah KZA, Fatimah (58) di Kelurahan Setu, Tangerang Selatan.
Berita Terkait
-
Miris, Bocah 10 Tahun di Tangsel Dipasung Keluarga karena Gangguan Mental
-
Cerita Ayah Tiri Pembunuh Pemuda Difabel Pakai Racun Tikus
-
Kerugian Negara Masih Ditelisik, Korupsi Dana Kemah Belum Ada Tersangka
-
Disebut Kerap Melawan, Ayah Tiri Bunuh Pemuda Difabel Pakai Racun Tikus
-
Kasus Mayat di TPS, Amin Ternyata Dibunuh Ayah Tiri Pakai Racun Tikus
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029
-
World Cleanup Day 2026, JHL Group Gandeng Banksasuci Bersihkan Sampah di Sungai Cisadane
-
BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah