G30S PKI! Pemberontakan PKI 1926 Hingga Keterlibatan Ulama Besar Banten

Pemberontakan PKI 1926 di Banten bahkan melibatkan sejumlah ulama besar Banten.

Hairul Alwan
Kamis, 30 September 2021 | 12:05 WIB
G30S PKI! Pemberontakan PKI 1926 Hingga Keterlibatan Ulama Besar Banten
Gedung Kewadanaan Labuan yang diserang saat pemberontakan PKI di Banten 1926.. [IST]

Sejak bergabungnya tokoh-tokoh inilah yang semula menjadi aktivis SI, PKI mulai menunjukkan pergerakannya, misalnya seringnya ada perkumpulan (rapat) di kediaman Ahmad Basaif di Royal (kini menjadi Pasar Royal Kota Serang).

Diketahui, keluarga Ahmad Basiaf sendiri adalah seorang pengusaha di Cadasari Pandeglang, Kadomas, Rangkas, Menes, Caringin Labuan, dan sebagainya.

Terkadang mereka ikut rapat dengan motor aktivis PKI se-Indonesia seperti, Alimin, Muso, Winanta, dan Ali Archam di Jakarta dan Cirebon dengan menggunakan moda transportasi kereta api, sebelum puncaknya di Prambanan pada Desember 1925 sepulang Muso menemui Tan Malaka di Canton pada 1924.

Disebutkan, pertemuan di Prambanan pada Desember 1925 ini merupakan pertemuan puncak untuk melakukan revolusi besar yang diikuti oleh sebelas orang, diantaranya Alimin, Muso, Ali Archam, Winanta, Sardjono, Budisutjitro termasuk diantaranya Achmad Chatib dari Banten.

Baca Juga:8 Aktor Terlibat Film G30S PKI: Umar Kayam hingga Wawan Wanisar

Bahkan dalam pertemuan persiapan revolusi besar menurut versi PKI saat itu, Achmad Chatib menyampaikan, pemberontakan yang akan berlangsung 1926 adalah suci karena membela negara bagian dari keimanan dan baginya pemberontakan tersebut merupakan perang sabil.

Buah dari pemberontakan ini berhasil menupas orang Belanda asli seperti Benyamin yang menempati keresidenan Labuan, serta antek belanda di Cening, Menes serta rumah pensiunan Pati (Keamanan Belanda) yang duluhlantahkan.

Dalam pemberontakan PKI tersebut sekira 1.300 orang dibawah pimpiman Abuya Mukri berkumpul di Lapangan Bama untuk melakukan persiapan, termasuk melakukan ritual doa untuk keselamatan diantaranya berpakaian putih dan ritual lainnya.

Setelah itu Sekira 400 Orang masa menyerbu Kresidenan yang terletak di dekat Stasiun Pasar Labuan dan sisanya menyebar ke wilayah Menes dan sekitarnya.

Dari hasil penyerbuan tersebut puluhan orang yang berkoloni dengan Kolonial Belanda diluluhlantahkan. Masa serta satu orang warga Belanda yang dikenal dengan nama Binyamin yang menempati kantor keresidenan Belanda di Labuan berhasil diringkus dan dibunuh. Salin Binyamin, rumah pensiunan patihpun turut dilululantahkan pemberontak.

Baca Juga:Tudingan Gatot TNI Disusupi PKI, Perdebatan Usang yang Harus Ditertibkan

Mufti Ali menceritakan, situasi malam itu diperkirakan sangat mencekam dan menyeramkan, karena para pemberontak datang dengan jumlah masa yang cukup besar dan membawa senjata.

Awalnya pasukan ini dipimpin oleh Kiyai Achmad Khatib, namun karena ditangkap oleh tentara kolonial satu minggu sebelumnya dan dibuang ke Boven Digoel selama hampir 17 tahun, akhirnya pasukan ini dipimpin oleh Abuya Mukri dengan eskalasi lebih kecil dari yang direncanakan.

“Pastinya situasi pada saat peristiwa itu berlangsung sangat mencekam, pasalnya para pemberontak datang dengan jumlah masa yang cukup besar dan membawa senjata” terangnya saat ditemui reporter Suara.com pada Jumat (25/9/2021).

Pada saat itu, pemberontak tidak memutus saluran jaringan telepon, membuat markas militer pemerintah kolonial Belanda di Batavia mengetahui pemberontakan tersebut.

Pada pagi hari sebelum subuh, sekira seratus pasukan bersenjata lengkap dibawah pimpinan Kapten Beacking memburu para pemberontak tersebut.

Akhirnya para pemberontak yang menggunakan senjata seadanya tersebut berhasil dilumpuhkan pasukan militer yang datang dari Batavia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak