Elpiji 3 Kg Disita dari Pedagang Batam yang Curang Naikkan Harga Eceran

Jumlah kebutuhan elpiji masyarakat memang meningkat sejak pandemi COVID-19. Dan kondisi itu yang dimanfaatkan pengecer untuk menjual melebih HET.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 12 Oktober 2020 | 17:49 WIB
Elpiji 3 Kg Disita dari Pedagang Batam yang Curang Naikkan Harga Eceran
Petugas merapikan gas elpiji 3 kg, Jakarta. (Suara.com/Oke Atmaja)

SuaraBanten.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menyita 56 tabung elpiji bersubsidi 3 Kg di sejumlah pengecer yang tersebar di kota kepulauan itu, dalam sidak bersama Pertamina.

Pertamina MOR I menyelidiki penjualan elpji bersubsidi 3 kilogram yang melebihi harga eceran tertinggi Rp 18.000 di Kota Batam Kepulauan Riau karena dinilai merugikan masyarakat.

"Akan kami dalami dari mana pengecer tersebut memperoleh pasokan elpiji. Jika terbukti ada pangkalan atau agen elpiji yang melakukan pelanggaran menjual ke pengecer, kami akan kenakan sanksi tegas," kata Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I, M Roby Hervindo melalui pesan aplikasi di Batam, Senin (12/10/2020).

Menurut dia, jumlah kebutuhan elpiji masyarakat memang meningkat sejak pandemi COVID-19. Dan kondisi itu yang dimanfaatkan pengecer untuk menjual melebih HET.

Baca Juga:5 Orang Tewas dalam Kebakaran Gudang Elpiji di Siantar

Petugas merapikan gas elpiji 3kg, Jakarta. (Suara.com/Oke Atmaja)
Petugas merapikan gas elpiji 3kg, Jakarta. (Suara.com/Oke Atmaja)

"Apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini, ketika masyarakat banyak beraktivitas dari rumah. Sehingga kebutuhan elpiji meningkat. Situasi ini dimanfaatkan pengecer untuk mengerek harga," kata dia.

Berdasarkan catatan Pertamina, setidaknya lima pangkalan telah diberikan sanksi berupa peringatan sepanjang 2020.

Satu pangkalan lainnya dikenakan sanksi pencabutan izin usaha akibat menjual Elpiji 3 Kg di atas HET.

Masih dalam catatan Pertamina, hingga September 2020, pihaknya menyalurkan lebih dari 8,9 juta tabung elpiji 3 Kg di Kota Batam, dan menyisakan kuota sebanyak 3,2 juta tabung hingga Desember 2020.

Petugas merapikan gas elpiji 3 kg, Jakarta. (Suara.com/Oke Atmaja)
Petugas merapikan gas elpiji 3 kg, Jakarta. (Suara.com/Oke Atmaja)

Pertamina meningkatkan koordinasi dengan Disperindag dan aparat, guna menjaga agar sisa kuota mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Baca Juga:Gudang Elpiji di Siantar Terbakar, Beberapa Orang Diduga Terjebak di Dalam

Distribusi Elpiji 3 Kg dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Bakar Elpiji (SPPBE) juga dilakukan setiap hari.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini