Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Order Fiktif di Ciledug, Para Driver Ojol Harap Waspada Nomer Ini

M Nurhadi Jum'at, 04 September 2020 | 07:21 WIB

Viral Order Fiktif di Ciledug, Para Driver Ojol Harap Waspada Nomer Ini
(Instagram/Info_ciledug)

"Driver Ojol wilayah Ciledug & sekitarnya waspada apabila menerima order kealamat Jl. Lembang Batu V No.7 RT001/RW*** Sudimara Barat, Ciledug, Tangerang," tulis pemilik rumah.

SuaraBanten.id - Sebuah video unggahan viral di media sosial Instagram, pasalnya video tersebut mengungkap order fiktif ojol yang berulang kali di alamatkan ke rumah yang sama.

Diunggah oleh akun info_ciledug, order fiktif itu bahkan sudah beberapa kali melakukan order hingga ratusan ribu ke alamat yang sama. Sedangkan pemilik rumah mengaku tidak melakukan pemesanan.

"Untuk para driver Ojol wilayah Ciledug dan sekitarnya waspada apabila menerima order kealamat Jl. Lembang Batu V No.7 RT001/RW*** Sudimara Barat, Ciledug, Tangerang," tulis pemilik rumah, kepada akun Instagram tersebut.

Ia juga menceritakan kronologi kejadian, berawal pada Kamis (03/09/2020) sekitar pukul 19.20 WIB driver ojol atas nama Irfan Maulana menerima order GoShop makanan ringan di Alfamart Wisma Tajur hingga Rp259.300.

Pelaku memakai nomor whatsapp 081511194283 dengan pesanan 1pack Sari Roti, 1pack Blue Band, 3buah Teh Kotak, 1pack Malkist dan topup LinkAja Rp200.000.

Usai mendapatkan semua pesanan, Irfan langsung menuju ke lokasi pengantaran. Namun ketika sampai ke alamat yang dituju pelaku tidak bisa di hubungi dan menarik seluruh chat melalui Whatsapp.

"Pas saya sampe titik pengantaran nomor gak bisa di hubungi, chat wa juga di tarik saya bingung harus gimana" kata Irfan kepada Info_ciledug.

Peristiwa serupa, menurut pemilik rumah, bukan kali pertama order fiktif ditujukan ke rumahnya.

"Ya sering kejadian seperti ini ke rumah saya, sehari kejadian bisa 4 kali dan ini sudah sekitar 50 kali sejak saya tinggal di sini, nominal ordernya juga gak kecil bisa 200rb sampai 500rb dengan modus yang sama" ucap FH.

Ia curiga, terduga pelaku adalah penghuni kontrakan sebelumnya yang bermasalah dan diusir oleh pemilik kontrakan. Sejak saat itu order fiktif selalu tertuju ke alamat rumah tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait