SuaraBanten.id - Bakal calon Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah berjanji akan membenahi mengurangi pengangguran di Banten bila menang dalam kontestasi politik Pilgub Banten 2024 mendatang.
Dimyati menyampaikan dirinya akan memberikan beasiswa pendidikan hingga kesehatan gratis bila terpilih menjadi Gubernur Banten, termasuk mengalokasikan bantuan keuangan bagi seluruh desa sebesar Rp1 miliar per desa.
Bakal calon Gubernur Banten itu menyebut visi misi yang digagas olehnya merupakan salah satu upaya untuk mengurangi angka pengangguran dan pemberian jaminan kesehatan bagi masyarakat bila terpilih menjadi gubernur mewujudkan Provinsi Banten yang moderat.
Baca Juga:
Airin Janji Beri Beasiswa untuk Penghafal Alquran Jika Terpilih Jadi Gubernur Banten
Andika Hazrumy Siap Gantikan Tatu, Janji Lanjutkan Pembangunan Kabupaten Serang
"Mereka harus dipacu jadi sarjana, supaya bisa bekerja. Makanya harus dibebaskan biaya pendidikan S1, S2, S3, dari TK sampai S3 itu harus betul-betul ada keberpihakan. Ditambah lagi infrastruktur pedesaan itu yang benar-benar konsen. Bantuan Rp1 miliar satu desa itu untuk infrastruktur, padat karya, bumdes dan bantuan siltap," terangnya.
"Soal kesehatan gratis itu jangan sampai orang Banten itu disulitkan, ga punya BPJS diusir, ga punya kartu diusir. Orang Banten itu harus gratis kesehatan, dalam arti kelas 3, jangan minta kelas utama, pokoknya kelas 3 gratis," imbuhnya.
Dimyati juga menyinggung kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang masih banyak yang rusak parah. Bahkan terdapat jalan yang sudah bertahun-tahun rusak, tanpa tersentuh pembangunan oleh pemerintah.
Menurut mantan Bupati Pandeglang dua periode itu, kondisi infrastruktur jalan yang baik akan berdampak terhadap perekonomian desa sehingga bisa mengikis tingginya angka pengangguran di Provinsi Banten.
"Ya harus jadi gubernur, seperti program di Solo, datang presiden, dibantu. Makanya, kalau Dimyati jadi gubernur, beres itu jalan di Pandeglang," kata Dimyati kepada wartawan usai melakukan pemaparan visi misi di kantor DPW PKB Banten, Senin (20/5/2024).
Saat disinggung terkait sumber dana yang akan digunakan untuk menunaikan janji politiknya tersebut, Dimyati dengan tegas menyatakan akan mengalokasikan APBD Provinsi Banten untuk merealisasikan itu semua.
"Ya kalau dari Dimyati (anggarannya) ngapain Dimyati jadi gubernur. Makanya anggaran Dimyati ga cukup untuk itu, jadi Dimyati harus jadi gubernur, nanti dari APBD anggarannya," tandasnya.
Berita Terkait
-
Kasus Kepala Sekolah Cimarga dan Siswa Berakhir Damai Usai Saling Memaafkan
-
Panas Rebutan 8 Pulau di Teluk Banten, Wagub: Udah Kayak Jepang Sama Belanda Aja!
-
5 Fakta Mengejutkan Ibu Kota Banten: Sah Setelah 25 Tahun, Wagub Akui Belum Layak
-
Aneh Tapi Nyata! Setelah 25 Tahun, Status Ibu Kota Banten Baru Diteken, Wagub: Serang Belum Layak
-
Profil dan Sepak Terjang Dimyati Natakusumah, Wagub Banten yang Sebut Memo Titip Siswa Itu Lumrah
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat