SuaraBanten.id - Kebocoran gas pabrik es di Jalan Ks Tubun, Kelurahan Koang Jaya, Pasar Baru, Kota Tangerang, Banten ternyata sempat menimbulkan kobaran api pada Selasa (6/2/2024).
Kebocoran gas amonia di pabrik es di Kota Tangerang itu diungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Maryono Hasan mengungkapkan, peristiwa kebocoran gas tersebut terjadi pada pukul 04.15 WIB.
Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman api dan sterilisasi area dan berhasil ditangani hingga pukul 05.30 WIB.
"Sempat ada api, tapi memang tidak ada ledakan. Pasca api padam, petugas fokus dengan sterilisasi area dari kebocoran gas tersebut. Petugas lainnya pun fokus pada evakuasi pada warga terdampak," jelas Maryono dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id).
Kata Maryono, hingga saat ini petugas masih melakukan sterilisasi di area pabrik dengan metode spray. Terhitung, sekitar enam armada dan 30 personel BPBD Kota Tangerang telah dikerahkan.
"Metode pendinginan gas dengan kebakaran api pasti berbeda. Saat ini, yang dilakukan petugas yaitu penyemprotan yang berlangsung dari bawah ke atas, seperti air mancur," jelasnya.
Proses pendinginan masih akan terus dilakukan sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak berwajib lainnya, hingga dinyatakan atau dipastikan dampak pada gas sudah dinyatakan bersih.
"Selanjutnya, jika sterilisasi pabrik sudah dipastikan benar-benar bersih, BPBD Kota Tangerang juga akan menyisir jalan-jalan dan pemukiman sekitar untuk melakukan sterilisasi yang serupa," katanya.
"Berupaya memastikan seluruh area bersih dari sebaran gas amonia," imbuh Maryono.
Berita Terkait
-
Dua Insiden Tertemper Beruntun, Perjalanan Commuter Line Bogor dan Tangerang Molor
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
KPA Tangerang Temukan 203 Kasus HIV hingga April 2026, Layanan Deteksi Diperluas
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
DKI Kembangkan Pusat Olah Organik Ciangir untuk Perkuat Ketahanan Pangan, Seberapa Efektif?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
BRI Group Ukir Enam Prestasi di Asias Best Companies dan Finance Asia Awards 2026
-
Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara