SuaraBanten.id - Kabar duka datang dari keluarga Suhendi (51) warga Kampung Cikeyeup, Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Suhandi yang sebelumnya dikabarkan ditandu sarung untuk berobat dikabarkan meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Serang.
Diketahui, Suhandi ditandu menggunakan sarung saat hendak berobat dari kampung halamannya ke rumah sakit. Suhandi ditandu lantaran kondisi jalan rumahnya ke fasilitas kesehatan rusak parah.
Informasi duka soal Suhendi tersebut dikonfirmasi oleh anggota keluarga almarhum yakni Rois. Ia mengaku tidak bisa mengangkat telpon lantaran sedang berada di mobil jenazah yang membawa almarhum saat dikonfirmasi wartawan.
Mobil jenazah tersebut sedang dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman almarhum.
“Y om (meninggal), ini perjalanan pulang. (Tidak bisa angkat telpon) saya lagi di mobil jenazah,” kata Rois melalui pesan WhatsApp yang diterima Bantennews.co.id (Jaringan SuaraBanten.id), Rabu (4/5/2022).
Rois mengungkapkan, almarhum meninggal dunia sekira pukul 15.00 WIB di salah satu ruangan rumah sakit di Serang.
Dirinya mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait apakah almarhum akan langsung dimakamkan atau tidak serta lokasi yang nantinya digunakan untuk pemakaman almarhum.
“Maap om belom bisa jawab. Nanti gimana keluarga di kampung aj om,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Suhendi (51) warga Kampung Cikeyeup, Desa Batuhideung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang terpaksa dibawa menggunakan tandu dari kain saat akan menuju puskesmas terdekat lantaran kondisi jalan di kampung tersebut rusak parah.
Baca Juga: Ditabrak Mobil Avanza, Angkot Terbakar di Gunungkencana Lebak
Setelah satu jam perjalanan dibawa menggunakan tandu, almarhum akhirnya dibawa menggunakan mobil losbak ke Puskemas Cibaliung dan langsung dirujuk ke salah satu rumah sakit di Serang.
Sempat mendapatkan perawatan dari tim medis namun nyawa almarhum akhirnya tidak bisa diselamatkan akibat penyakit yang dideritanya.
Berita Terkait
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira
-
Banten Media Hub 2026 Dorong Keberlanjutan Media Lokal di Tengah Perubahan Digital
-
Banten Media Hub 2026: Saatnya Media Lokal Mencari Sumber Pendapatan Baru
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PIK2 Soroti Pentingnya Pengalaman Nyata di Tengah Gempuran Konten Media Sosial
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis