SuaraBanten.id - Video warga bongkar makam di Tangrang baru-baru ini viral di media sosial. Ratusan makam dibongkar lantaran lahan pemakaman milik pengembang swasta di Tangerang Selatan.
Video tersebut diunggah akun Instagram @infotangerangkota, Senin (4/10/2021). Unggahan tersebut pun mencuri perhatian warganet hingga 8.175 tayangan dan 42 tanggapan.
Dalam video yang dilihat, Suara.com, terlihat warga memindahkan jenazah dengan cara digendong.
Mereka membawa jenazah yang dikat dengan kain kafan berbentuk (Pocong) ke area pemakaman di Malagas Sasak, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Tujuannya untuk dimakamkan kembali di tempat pemakaman yang jauh lebih besar.
Kepala Desa Cicalengka, Absor membenarkan peristiwa tersebut. Kendati demikian, pemindahan itu berjalan dengan lancar, lantaran sudah ada kesepakatan dari pihak keluarga atau ahli waris kepeda pengembang.
"Iya betul, ruslah. (Jadi) makam sebelah dipindahkan ke makam yang lebih besar. Untuk jumlah makam, belum tahu, nanti kita tunggu hasil akhir," kata Absor, Senin (4/10/2021).
"(Pemindahan) sudah ada kesepakatan dari organisasi kematian dan ahli waris yang punya makam dan tokoh masyarakat," tambahnya.
Absor mengatakan, pihak pengembang juga telah bertanggung jawab atas pemakaman kembali jenazah tersebut.
"Jadi mereka yang mengatur semua. Diurus pemakamannya, dari mulai tahlil, dibungkus lagi, dan dipindahkan," tutupnya
Baca Juga: Polres Tangsel Periksa 2 Orang Kasus Pencemaran Sungai Cisadane Berwarna Merah
Dalam kesempatannya, Absor menceritakan, bila pihak pengembang memberikan kompensasi untuk penggalian makam tersebut sebesar Rp 600 ribu.
"Yang saya tau enam ratus ribu untuk penggali," tutupnya.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim
Berita Terkait
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam, Daerah Diminta Waspadai Ancaman Serupa
-
Lebih dari 16 Ribu Lulusan SD di Tangsel Tak Kebagian SMP Negeri saat SPMB 2026
-
Asap Kebakaran TPA Picu ISPA, Bantuan Kemanusiaan Mengalir untuk Warga Terdampak
-
Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Pelabuhan di Cilegon Mulai Digitalisasi Monitoring Truk Demi Efisiensi
-
Raih 11 Medali di POPDA Banten, Taekwondo Cilegon Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porprov 2026
-
Mantri BRI Jadi Garda Terdepan Layanan Keuangan di Kabupaten Banggai Kepulauan
-
Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA
-
BRI Terus Kuatkan Kepercayaan Publik dan Lindungi Kepentingan Nasabah