SuaraBanten.id - Dua kecamatan di Lebak Banten paling parah terdampak banjir di Banten. Dua kecamatan itu adalah Rangkasbitung dan Cibadak.
Banjir Kabupaten Lebak diakibatkan curah hujan tinggi membuat beberapa kecamatan terdampak cukup parah, terutama di Kecamatan Rangkasbitung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan saat ini pihak sudah memantau ke lokasi, bahwa banjir di beberapa kawasan sudah mulai surut, Rabu (15/9/2021).
“Hasil pemantauan kami, semalam juga sudah mulai surut. Masyarakat juga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Tadi pagi kita pantau Alhamdulillah sudah surut,” kata Febby
Banjir yang melanda Kabupaten Lebak ini meliputi lima kecamatan yang terdampak. Kecamatan itu adalah Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Kalanganyar, Kecamatan Cibadak, Kecamatan Cikulur dan Kecamatan Leuwidamar.
Dua kecamatan diantaranya yakni Kecamatan Rangkasbitung dan Kecamatan Cibadak merupakan dua kecamatan yang terdampak paling parah.
“Total sendiri di data kami, ada sekitar 1.237 rumah yang terendam. Empat rusak ringan dan satu rusak berat di lima Kecamatan yang terdampak,” katanya.
Febby juga menambahkan, untuk bantuan dan logistik sudah di salurkan oleh pihak BPBD Kabupaten dan juga beberapa relawan yang sudah membantu.
“Bantuan sendiri mulai dari makanan, selimut dan peralatan kebersihan sudah di berikan kepada korban banjir,” pungkasnya.
Baca Juga: Hujan Deras, Bendungan Pamarayan Sempat Naik Level Awas, Kini Sudah Normal
Berita Terkait
-
Injak Alquran, 2 Warga Lebak Divonis Penjara dan Wajib Sumbang Alquran ke Semua Masjid
-
WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok
-
Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional
-
Pemprov DKI Guyur Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Strategis: Bangun Rusun hingga Pengendali Banjir
-
Tinjau Lokasi Terdampak, Gibran Minta Hal Ini jadi Prioritas Penanganan Banjir Bandang Solok
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
SMP dengan Kurikulum Internasional Hadir di Tangerang, Dorong Berpikir Kritis dan Pecahkan Masalah
-
Dugaan Pelecehan Seksual Bawahan, Pemkab Tangerang Pastikan Tak Mendampingi Kasatpol PP secara Hukum
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL