SuaraBanten.id - Baru-baru ini kabar Vitalia Shesya dituding jadi simpanan pejabat ramai diperbincangkan.
Dalam kabar yang beredar tersebut Vitalia Shesya pilih jadi simpanan dibanding jadi istri pejabat.
Tudingan akan Vitalia Shesya simpanan pejabat langsung direspon olehnya.
Vitalia Shesya murka hingga tagih bukti kepada oknum yang menyebar berita miring tentangnya itu.
“Awalnya Vita di DM, ‘Kak ini parah banget lo akun ini’. Astagfirullah, orang lagi anteng-anteng di rumah kan, ada aja lagi. Di situ dibilang Vita ini lebih memilih jadi simpanan dari pada istri pejabat, terus karirnya hancur dan terjun ke dunia malam,” jelasnya, dilansir dari Insert (26/8).
Menanggapi tudingan dirinya lebih memilih jadi simpanan daripada jadi istri pejabat, Vitalia Shesya beranggapan tidak ada perbedaan antara simpanan dan istri pejabat.
“Aku bahas yang dari simpanan, simpanan sama istri pejabat itu apa bedanya sih? Sama lo. Istri pejabat otomatis kan jadi istri kedua, disimpan juga. Jadi ya awalnya sih pengen marah ya, sampe stres, Tapi keluarga, orang terdekat selalu kuatin, ‘Udah lah nggak usah dipikirin, orang Vita sama kita kok, kami semua tahu Vita’,” imbuh Vita.
Sudah geram, wanita kelahiran 1986 itu ingin mencari oknum yang telah membuat berita bohong tersebut. Namun setelah dipikir lagi, wanita yang baru bebas dari penjara lantaran kasus narkoba tersebut merasa tidak ada gunanya meladeni haters.
“Tadinya iya (pengen cari haters itu), pengen banget, geregetan gitu. Kok lu bisa sih ngomong gitu, mana buktinya kasi gua. Cuma apa ya, habisin waktu aja, ngerugiin kita juga, kita jadi pikiran, jadi stres,. Jadi ya udah biarin aja, hitung-hitung dosa aku ke dia, pahala mereka yang gosipin aku ke aku,” pungkasnya.
Baca Juga: Yahya Waloni Ditangkap, Denny Siregar Singgung Pembelaan Kadrun: Mereka Udah Pasrah
Vitalia Shesya pernah dekat dengan koruptor
Pada tahun 2013 silam, nama Vitalia Shesya sempat dikaitkan dengan tersangka kasus korupsi suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah. Bahkan ia kerap disebut sebagai kekasih dari Fathanah.
Vita sempat mendapat barang mewah sebagai hadiah dari Fathanah yang nilainya fantastis. Barang-barang tersebut antara lain gaun senilai Rp10 juta, cincin seharga Rp20 juta, berlian yang seharga Rp90 juta, mobil Honda Jazz dan jam tangan mewah merk Chopard seharga Rp70 juta.
Tak hanya itu, Fathanah juga membayarkan kontrak rumah Vita dan kerap membelikan anak-anak Vita baju serta mainan. Vita juga sempat beberapa kali ditraktir makan malam di hotel mewah oleh koruptor tersebut.
Kedekatannya dengan Ahmad Fathanah disebut-sebut hampir menuju ke pelaminan. Sebab, Vita mengaku pernah dilamar oleh Fathanah, namun lamaran itu ditolak.
Berita Terkait
-
Meutia Hatta Soroti Bocah Bunuh Diri di NTT, Minta Istri Pejabat Ikut Ingatkan Pemerintah
-
Geger Saldo Jumbo Rp32 M di Rekening Istri Pejabat Kemenag, Dari Mana Asalnya?
-
MAKI Desak KPK Naikkan Status Dugaan Rekening Gendut Istri Pejabat Kemenag Agar Bisa Diblokir
-
6 Fakta Dugaan Rekening Gendut Rp32 M Milik Istri Pejabat Kemenag, Padahal Status Cuma IRT
-
MAKI Laporkan Rekening Gendut Istri Pejabat Kemenag Senilai Rp32 Miliar ke KPK
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD