SuaraBanten.id - Denny Siregar angkat suara soal seruan perang Partai Demokrat lawan BuzzeRp.
Mengetahui seruan perang lawan BuzzerRp, Denny Siregar geli mendengar pernyataan itu.
Denny Siregar sebut Partai Demkrat punya pasukan Buzzer.
Melalui cuitannya, Denny Siregar mempertanyakan maksud Partai Demokrat menyerukan perang lawan buzzer tersebut.
Kata Denny Siregar, perang yang gagah itu seharusnya perang melawan kemiskinan dan ketidakadilan.
“Gua geli baca Partai Demokrat sedang sibuk perang lawan buzzeRp, sedang mereka juga punya pasukan buzzeRp,” katanya melalui akun Twitter Dennysiregar7 pada Rabu, 28 Juli 2021.
Karenanya, Denny Siregar menilai bahwa seruan Demokrat melawan buzzer itu ibaratnya seperti perang dengan dirinya sendiri.
Sebelumnya, kader-kader Partai Demokrat memang menyerukan perang melawan buzzer melalui media sosialnya.
Hal itu sebagai reapons terhadap tudingan-tudingan kepada Partai Demokrat yang mereka klaim tidak benar.
Baca Juga: Syahrial Nasution: BuzzeRp Tuding Demokrat Mau Gulingkan Jokowi, Sinting!
Salah satu tudingan yang belakangan disoroti kader-kadet Demokrat adalah soal keterlibatan partai mereka dalam seruan aksi “Jokowi End Game”.
Kepala Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Partai Demokrat , Andi Arief mengatakan bahwa fitnah dan ancaman adalah hal biasa pada kader dan Partai Demokrat.
Namun, kata Andi Arief, tugas sebagai fungsi partai politik dalam mengkritisi pemerintah harus tetap jalan.
“Terhadap Buzzerp kita nyatakan perang, karena negara rusak belakang ini karena mereka,” katanya melalui akun Twitter Andiarief__ pada Senin, 26 Juli 2021.
Andi Arief juga menekankan bahwa perang melawan buzzeRp itu akan mereka lakukan sampai ke akar-akarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran
-
Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS
-
Tak Sekadar Silaturahmi: AHY Sebut Pertemuan Prabowo Bareng Mantan Presiden Punya Misi Khusus
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
NasDem Usul PT 7 Persen, Demokrat: 4 Persen Saja Sudah Terlalu Tinggi!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Dituntut 11 Tahun, Mantan Kepala Bank di BSD Hanya Divonis 1 Tahun Penjara
-
Gubernur Andra Soni Sabet KWP Awards 2026, Dinilai Paling Peduli Pendidikan di Banten
-
Skandal Baru First Travel, Oknum Jaksa Diduga Nekat Jual Aset Rumah Barang Bukti Jemaah
-
Drama Penangkapan Mafia Gas Lebak, Pemodal Nyaris Tabrak Polisi Saat Hendak Kabur