SuaraBanten.id - Tukang sayur Cikande perkosa mayat perempuan karena mabuk berat. Tukang sayur Cikande perkosa mayat perempuan minum tuak bersama teman-temannya.
Habis minum, dia pun bertemu perempuan dan langsung menghabisinya. Mayat perempuan itu pun diperkosa.
Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan awalnya tersangka AS (25) membeli tuak dan bersama 6 temannya minum-minum di saung di Kampung Parigi sekira pukul 15.00-04.00 WIB.
Karena pengaruh minuman, birahi tersangka naik.
Kemudian tersangka melihat perempuan yang akan lewat di jalan kandang sapi mengendarai sepeda motor.
"Kemudian tersangka langsung menghadang dengan langsung mencekik dari belakang (mempiting-red) kemudian di cekik lagi lima kali," katanya kepada awak media, Jumat (12/2/2021).
"Jadi tersangka mencekik korban lima kali dengan cara cekik lepas, cekik lepas, sampai dipastikan korban meninggal dunia," imbuh Kapolres menambahkan pernyataan sebelumnya.
Setelah itu korban diamankan di parit di dekat TKP pembunuhan, kemudian tersangka memindahkan sepeda motor korban dengan jarak 50 meter dari TKP tepatnya di saung agar tidak terlihat oleh masyarakat yang lewat Jalan Kandang Sapi.
"Tersangka kembali lagi kemudian memperkosa korban yang sudah meninggal," ungkapnya.
Perempuan itu diperkosa setelah dibunuh dengan sadis. Tukang sayur Cikande cekik perempuan itu 5 kali hingga tewas.
Baca Juga: Biadab! Tukang Sayur Cikande Perkosa Mayat Perempuan setelah Dibunuh
Polisi menangkap tukang sayur Cikande perkosa mayat, berinisial AS (25).
Kasus ini terungkap saat ditemukan mayat dalam parit di Jalan Kandang Sapi, Kampung Kayu Areng, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Kamis (11/2/2021) sekira pukul 11.50 WIB.
Kontributor : Hairul Alwan
Berita Terkait
-
WN China Direktur PT PMT Jadi Tersangka Kasus Radiasi Cikande, Sempat 'Kabur' ke Luar Negeri
-
Bangunan Tercemar Radioaktif, Bapeten Pertimbangkan Pindahkan Warga di Cikande Secara Permanen
-
Sudah Investigasi, Satgas Ungkap Sumber Utama Radioaktif di Cikande
-
Babak Baru Horor Nuklir Cikande: 40 Saksi Diperiksa, Jejak DNA Diburu di Lapak Barang Bekas
-
Skandal Terlupakan? Sepatu Kets asal Banten Terpapar Radioaktif Jauh Sebelum Kasus Udang Mencuat
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Bogor dan Serang Kompak 'Tutup Pintu' untuk Sampah Kiriman Tangsel
-
Awal Tahun yang Kelam bagi Kades Sidamukti: Jadi Tersangka Korupsi Usai Tilap Uang Negara Rp500 Juta
-
Khianati Kepercayaan Majikan, ART Asal Lampung Nekat Culik Bayi Demi Tebusan Hutang
-
Kawasan Baduy Dalam Ditutup untuk Wisatawan Selama 3 Bulan Mulai 20 Januari 2026
-
Hanya 4 Menit Sampai Rumah, Politisi PKS Cilegon Tak Sangka Panggilan Video Jadi Kabar Duka Anaknya