SuaraBanten.id - Pasangan Calon Wali Kota Tangerang Selatan Nomor Urut 2, Siti Nur Azizah Maruf dan wakilnya, Ruhamaben mengaku kalah di Pilkada Tangsel 2020 setelah melihat hasil penghitungan cepat.
Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count, Azizah-Ruhamaben kalah di Pilkada Tangsel 2020. Namun putri wakil presiden Maruf Amin itu tetap menunggu keputusan akhir dari Komisi Pemilihan Umum.
"Seperti yang saudara-saudara saksikan, baik yang real atau quick count, keberuntungan belum berpihak kepada kami. Sehingga demikian sampai KPUD memberikan hasil secara final nanti," kata Azizah melalui instagram resmi @sitinurazizah_maruf dari Posko Pemenangan, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (9/12/2020).
Ruhamaben secara terang meminta maaf karena kalah di Pilkada Tangsel, dia berharap ide yang diajukan mereka selama kampanye bisa diserap oleh Wali Kota terpilih nantinya.
"Kami ucapkan terima kasih mohon maaf bila tidak memenuhi harapan sehingga suara kami belum banyak. Mudah-mudahan mereka bisa mendengarkan masukan kami dalam debat maupun isu-isu di masyarakat. Siapapun yang memimpin bisa koreksi ke depan lebih jauh lagi. Apapun nanti hasilnya kami hormati," ucap Ruhamaben.
Diketahui, hasil hitung cepat tiga lembaga survei menyatakan pasangan calon nomor urut 03 Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan unggul sementara.
LS Indikator:
1. Muhamad-Rahayu Saraswati: 34,42 persen
2. Siti Nur Azizah-Ruhamaben: 23,72 persen
3. Benyamin Davnie-Pilar Saga: 41,86 persen.
Lembaga Survei Indonesia:
1. Muhamad-Rahayu Saraswati: 35,19 persen
2. Siti Nur Azizah-Ruhamaben: 21,66 persen
3. Benyamin Davnie-Pilar Saga: 43,15 persen.
Charta Politika:
1. Muhamad-Rahayu Saraswati: 35,97 persen
2. Siti Nur Azizah-Ruhamaben: 23,75 persen
3. Benyamin Davnie-Pilar Saga: 40,28 persen.
Baca Juga: Nyoblos Pilkada, Muhamad dan Rahayu Saraswati Kompak Berbusana Putih
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
Masih Banyak Anak Putus Sekolah di Tangerang?