SuaraBanten.id - Berkonsep wisata Lembang di Bandung, kini, Kota Serang memiliki tempat rekreasi taman keluarga dengan sejumlah spot-spot wisata yang bisa digunakan mengisi waktu liburan keluarga.
Tak lain yakni Mahoni Bangun Sentosa (MBS), sebuah objek wisata baru bernuansa alam yang dipadankan dengan suasana pesawahan dan konsep kearifan lokal yang dipadukan dengan bangunan-bangunan ala Kota-kota di Eropa yang epik.
Terletak di Lingkungan Cideheng Kidul, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang atau dekat SMPN 22 Kota Serang, pengunjung hanya butuh waktu sekitar 20 menit dari pusat Kota Serang untuk sampai dilokasi.
Cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 25ribu per orang, pengunjung bisa berswafoto sambil menikmati suasana alam yang asri di Ibukota Provinsi Banten.
Selain itu, anda juga bisa menikmati beberapa spot wisata yang ada didalamnya, seperti arena renang, outbond, paintball dan sebagainya.
Namun, jika ingin menikmati spot-spot wisata tersebut, pengunjung harus merogoh kocek kembali diluar tiket masuk objek wisata MBS. Harganya variatif, mulai dari Rp15 ribu sampai Rp100 ribu, tergantung spot yang dipilih.
Dengan total luas 4,2 hektare, pembangunan objek wisata MBS hanya membutuhkan waktu sekitar 11 bulan saja sejak 11 November 2019 lalu.
Tak tangung-tanggung, dana mencapai Rp 10 milyar dihabiskan untuk membangun objek wisata keluarga pertama di Kota Serang yang memadukan konsep alam dan kearifan lokal serta interlokal tersebut.
Direktur Mahoni Bangun Sentosa (MBS), Haerudin mengatakan, jika konsep yang dipakai oleh pihaknya dalam membangun objek wisata MBS merupakan konsep yang disebutnya "gado-gado". LAsan ini jadi salah satu alasan pembangunan tersebut.
Baca Juga: Ribuan Orang Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Covid-19 di Gunungkidul Meroket
"Kita pakai konsep gado-gado ajalah. Yang bagus dilokasi ini, kita bangun. Karena kita tidak merubah kontur tanah dilokasi ini, justru kita kembangkan lahan yang ada," ucapnya usai Grand Opening Objek Wisata Mahoni Bangun Sentosa, Minggu (11/10/2020).
Sanggup menampung hingga 3000 wisatawan, di lokasi ini tidak hanya ada wisata khas Nusantara tapi juga wisata "kota mini" ala film koboy hingga negara-negara eropa.
Dengan situasi pandemi, pihak pengelola juga turut mengedepankan 3M serta pembatasan jumlah pengunjung harian.
Meski tidak buka hingga malam, bagi anda yang ingin menikmati suasana malam di objek wisata MBS tetap bisa menginap di tempat penginapan berkonsep rumah adat baduy dan papua yang disewakan oleh pihak pengelola.
"Kita menyediakan penginapan. Harga variatif karena tergantung konsep yang dipilih, ada rumah adat baduy, kemudian lumbung, rumah adat papua hingga penginapan bambu. Ratenya Rp 500ribu sampai Rp 750ribu per malam. Standar keluarga, untuk 4 orang," terangnya.
Walikota Serang, Syafrudin turut memberikan apresiasi atas pembukaan objek wisata satu-satunya di Kota Serang yang memiliki konsep alam dan kebudayaan tersebut. Ia berharap, MBS turut berkontribusi dalam peningkatan PAD di Kota Serang.
Berita Terkait
-
Ribuan Orang Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Covid-19 di Gunungkidul Meroket
-
Pemprov DKI Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah untuk Korban Longsor Ciganjur
-
Jakarta PSBB Transisi, Tempat Wisata dan Fasilitas Olahraga Bisa Dikunjungi
-
Panti Pijat Wijaya Digerebek, 15 Wanita Dibawa ke Panti, 24 Pria ke Polsek
-
PSBB Transisi Berlaku Mulai Senin, Pengusaha Sambut Baik Keputusan Anies
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sambangi Cilegon, Menteri Wihaji Beri Arahan ke Tim Penyalur MBG Ibu Hamil dan Menyusui
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Liburan Asyik Dekat Jakarta! 4 Rekomendasi Wisata di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
-
Apa Itu Sistem Polder? Teknologi yang Bikin PIK 2 Kembali Kering usai Dua Jam Hujan