SuaraBanten.id - Tahi lalat adalah hal yang umum pada semua orang. Bisa dibilang, hampir semua orang memiliki tahi lalat di bagian tubuhnya. Umumnya, tahi lalat tidak berbahaya. Tapi, dalam beberapa kasus, kita juga perlu waspada terhadap beberapa tanda tahi lalat abnormal. Karena bisa jadi ini merupakan tanda penyebab kanker, atau tahi lalat yang masuk golongan ganas.
Tentu tidak mudah membedakan tahi lalat jinak dan tahi lalat ganas, namun dokter spesialis kulit dr. Henry Tanojo, Sp.KK memberikan 6 cara mudah membedakan tahi lalat ganas dan berpotensi kanker dengan rumus 'ABCDE'. Apa saja?
1. A-symmetry
Tahi lalat umumnya berbentuk simetris, atau jika dibelah dua maka bentuk tahi lalat itu akan sama, baik bentuk bulatan maupun lonjong. Sebaliknya, jika bentuknya tidak rata, maka Anda bisa mencurigainya sebagai kanker.
"Kalau bentuknya benar-benar bagus dibelah dua itu simetris, tapi kalau kurang simetris atau asimetris, berarti itu meningkatkan kecurigaann kita jangan-jangan itu ganas," ujar dr. Henry dalam acara Perdoski beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Selain Tahi Lalat, Kanker Kulit Bisa Ditandai Munculnya Garis di Kuku Kaki
2. B-order
Border atau batas, biasanya tahi lalat jinak cenderung memiliki batas yang tegas antara kulit normal yang sehat dengan tahi lalat. Tapi jika bentuk batasannya seperti gradasi, maka curigailah itu tahi lalat ganas.
"Batasnya tidak rata, ada gradasi warnanya semakin ke arah batas yang tidak jelas berarti meningkatkan kecurigaan kita kalau ini bukan tahi lalat yang jinak," papar dr. Henry.
3. C-olor
Seringkali kita ketakutan jika tahi lalat itu semakin berwarna hitam dan pekat. Tapi justru itu adalah hal yang normal. Ciri yang patut dicurigai dalam tahi lalat terdiri dari beberapa warna, seperti kemerahan, hitam, dan cokelat jadi satu,
"Cuma satu jenis warna (color) berarti dia lebih jinak, tapi kalau dia ke arah multiple color, ini yang harus meningkatkan kewaspadaan kita kalau ini jinak atau tidak," katanya.
4. D-iameter
Biasanya tahi lalat yang jinak ukurannya lebih kecil dari seperempat inci atau 6 milimeter, seukuran penghapus di atas pensil. Tapi jika ukuran diameternya melebihi itu, tidak ada salahnya Anda curiga.
Baca Juga: Tahi Lalat Berubah Jadi Merah, Ternyata Pria Ini Derita Kanker Kulit
"Ukuran yang kecil dia lebih aman, kalau dia lebih besar berarti kita meningkatkan kecurigaan kita. Kalau tahi lalat ini ganas atau tidak, semakin besar berarti semakin ganas," jelasnya.
Berita Terkait
-
Bahaya! Teh Sosro, Teh Poci, Sariwangi dan Tong Tji Mengandung Mikroplastik Berbahaya
-
Mengenal Immunotherapy, Pengobatan Kanker yang Dijalani Vidi Aldiano
-
Ditemani Ibu Kandung, Vidi Aldiano Kembali Jalani Kemoterapi
-
Vidi Aldiano Bersyukur Belum Batal Puasa di Ramadan Tahun Ini
-
Riwayat Kesehatan Nunung: Ada Panic Attack, Kini Harta Habis untuk Biaya Pengobatan
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran
-
Pantai Batu Saung Anyer Dipadati Wisatawan Saat Libur Lebaran 2025
-
KMP Mutiara Ferindo II Kebakaran, 17 ABK Dievakuasi Tim SAR