Pelaksanaan ibadah puasa Arafah sama dengan puasa sunnah lainnya kecuali niatnya. Bacaan niat puasa Arafah harus dibaca pada malam hari atau sebelum Subuh.
Namun, niat puasa Arafah ini diperbolehkan untuk dibaca pada siang hari selama belum makan, minum atau hal lainnya yang membatalkan puasa. Niat puasa Arafah adalah sebagai berikut:
"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ" yang berarti "Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT".
Baca Juga:Ini Hadits Puasa Tarwiyah Menjelang Idul Adha, Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah
Keutamaan puasa Arafah sangat besar sehingga disebut sebagai puasa sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad). Hal tersebut sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang berarti, "Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu. (HR Muslim)".
Beberapa keutamaan melakukan puasa Arafah di antaranya adalah:
1. Menebus dosa selama 2 tahunRasulullah Shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda: "Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Imam Muslim).
2. Amalan yang disukai Allah
"Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Zulhijah)."
Baca Juga:Bacaan Latin Niat Puasa Arafah, Lengkap dengan Keutamaan Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha 2022
3. Dilakukan pada hari Arafah