Buntut Kudeta Partai Demokrat, AHY Geser Elaktebilitas Prabowo

Survei tersebut memunculkan nama Ketua Umum Partai Demokrat AHY dengan elektabilitas tinggi. AHY bahkan melampaui nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hairul Alwan
Senin, 12 April 2021 | 07:39 WIB
Buntut Kudeta Partai Demokrat, AHY Geser Elaktebilitas Prabowo
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyambangi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (3/4/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraBanten.id - Buntut kekisruhan kudeta Partai Demokrat belakangan ini, Ketua DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menggeser elektabilitas Prabowo Subianto.

Elektabilitas AHY lebih tinggi dibandingkan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut terungkap dari hasil survei Indonesia Politik Opinion (IPO).

Survei tersebut memunculkan nama Ketua Umum Partai Demokrat AHY dengan elektabilitas tinggi. AHY bahkan melampaui nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Adapaun hasil survei IPO pada 10 April 2021 mencatatkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas paling tinggi dengan raihan 15,8 persen.

Peringkat kedua ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan tingkat keterpilihan 12,6 persen.

Pada posisi ketiga diisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan tingkat keterplihan 9,5 persen.

Lalu, di peringkat keempat ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan tingkat keterpilihan 7,9 persen.

Kemudian menyusul nama AHY di peringkat kelima dengan tingkat keterpilihan 7,1 persen. Peringkat keenam dihuni Prabowo Subianto dengan tingkat keterpilihan 5,7 persen.

Mengetahui hasil survei yang dilakukan IPO, Partai Demkorat tak ingin berpuas diri melihat hasil survei tersebut.

“Malah hasil ini membuat kami semakin terpacu mengingat meningkatnya rasa percaya, kepercayaan dari masyarakat yang menitipkan harapannya kepada kami,” ungkap Kepala Badan Komunikasi Strategi DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra lewat keterangan resminya, Minggu (11/4/2021)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini