Kisah Aas, Tetap Mengajar Meski Kehilangan Rumah dan Dicibir Staf DPRD

Mau enggak mau harus saya lakukan PJJ karena ini kewajiban saya. Kasihan anak-anak kalau saya enggak ngajar, kata Aas.

M Nurhadi
Kamis, 03 September 2020 | 11:38 WIB
Kisah Aas, Tetap Mengajar Meski Kehilangan Rumah dan Dicibir Staf DPRD
Aas Sudarmika, guru MIN 1 Kalideres, Jakarta Barat yang menjadi korban gusuran Tol JORR II sebelum rumahnya dieksekusi paksa. (Istimewa/Bantennews)

Bukannya mendapatkan pertolongan, ia justru memperoleh jawaban sinis dari salah seorang staf DPRD Kota Tangerang yang diketahui bernama Lusi. Ia bahkan menceramahi warga yang lain juga.

“Saya mah bingung sama orang-orang punya handphone tapi enggak punya casan, orang mah bawa dari rumah biar ngga ngeribetin orang,” ketus Lusi dengan nada sinis.

Mendengar hal tersebut, Aas yang sebelumnya bersemangat seketika raut berubah muram. Ia menyahut, dalam situasi tersebut bukan hanya charger yang tidak terselamatkan, akan tetapi hampir sebagian besar barang miliknya saat ini tidak diketahui keberadaannya.

“Bukan cuma casan yang saya enggak punya embak, barang-barang yang lainnya juga enggak tau ada dimana, rumah saya udah rata sama tanah,” kata Aas dengan nada Lirih.

Baca Juga:Rumah Digusur Proyek Tol Bandara, Guru Selamatkan HP untuk Ngajar Online

Sembari mengusap air matanya, ia mencoba memberikan pengertian kepada staff yang usianya jauh lebih muda darinya tersebut untuk lebih santun untuk menolak meminjamkan perangkat pengisi daya miliknya tersebut.

“Coba mbak ada di posisi saya, baju aja saya belum salin dari kemarin. Mbak masih muda saya sudah tua sebentar lagi juga pensiun tolong kalau memang tidak mau ngasih pinjem jangan kami diperlakukan seperti ini,” tegas Aas sambil meninggalkan Lusi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini