Kyai se-Kota Serang Tolak Rapid Test Virus Corona, Ajak Ribuan Santri

Mereka mengajak ribuan santrinya untuk ikut menolak rapid test virus corona.

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 16 Juni 2020 | 16:15 WIB
Kyai se-Kota Serang Tolak Rapid Test Virus Corona, Ajak Ribuan Santri
Ilustrasi rapid test. [Suarajogja.id / baktora]

SuaraBanten.id - Ulama dan Kyai se-Kota Serang menolak rapid test virus corona. Mereka mengajak ribuan santrinya untuk ikut menolak rapid test virus corona.

Mereka menyerukan penolakan rapid test virus corona dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang. Hal itu diketahui dari video yang beredar di media sosial terkait penolakan rapid test oleh FSPP.

Saat dikonfirmasi, Presidium FSPP, Kyai Enting Abdul Karim mengatakan dibuatnya video penolakan rapid test oleh sejumlah ulama dan Kyai dikarenakan dari ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap rapid test.

"Itu keputusan semua para Kyai, akhirnya supaya didengar penolakan tersebut. Dibikin video itu bahwa para ulama, kiyai dan santri se-Kota Serang tidak usah di rapid test," ucapnya, Selasa (16/6/2020).

Baca Juga:Cegah Penyebaran Covid-19, WSBP Lakukan Rapid Test Sebulan 2 Kali

Bahkan menurutnya, adanya simpang siur informasi terkait virus corona yang tidak seberbahaya virus flu burung turut menjadi alasan adanya penolakan rapid test oleh sejumlah ulama, kiyai dan santri di Kota Serang.

"Alasannya jadi simpang siurnya informasi penyakit ini (covid-19). Kemudian Kyainya ketakutan. Akhirnya kalau takut, kita tolak aja dan dibikin video," tukasnya.

Disebutkan, ada sekitar 221 pesantren di Kota Serang yang tergabung kedalam FSPP. Sehingga dengan tegas menyatakan agar tidak dilakukan rapid test terhadap para ulama, kyai dan santri di Kota Serang.

"Itu baru sekedar warning, kalau sampai terjadi kejadian kyai akan turun langsung ke tempat dimana diterapkan rapid test," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Serang, Hari Pamungkas menurutkan, diperlukan sosialisasi dan edukasi berlebih kepada masyarakat terkait pelaksanaan rapid test. Sehingga tidak memberikan stigma menakutkan terhadap masyarakat.

Baca Juga:Panitera Kena Pagebluk Corona, 310 Pegawai PN Surabaya Jalani Rapid Test

"Kami akan utamakan komunikasi dengan pendekatan persuasif. Yang terbaik disatu sisi kita juga mempertimbangkan aspek kesehatan. Karena harus menekan penyebaran covid-19," kata Hari.

Bahkan, diakuinya, butuh treatment khusus yang melibatkan semua tingkatan pemerintahan, mulai dari tingkatan RT hingga Kecamatan yang harus dilakukan dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui komunikasi efektif.

"Kemungkinan diperlukan untuk memilih dan mengendalikan pertumbuhan virus covid-18 di Kota Serang, yang harus lebih intens disosialisasikan lebih kepada masyarakat," tukasnya.

Di sisi lain, Wali Kota Serang, Syafrudin mengungkapkan jika pihaknya telah menyediakan sebanyak 22.700 alat rapid test yang diperuntukkan bagi masyarakat di Kota Serang.

"Sudah kita siapkan rapid test untuk Kota Serang, sudah kita siapkan 22.700 alat untuk masyarakat Kota Serang, gratis tidak bayar," tandasnya.

Kontributor : Sofyan Hadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak