SuaraBanten.id - Yayat Rohayati, ibunda dari Alpin Andrian mengaku anaknya sering kesurupan setiap mendengar suara azan. Bahkan kerusurapan Alpin Andrian itu juga terjadi saat tengah mendengar suara lantunan ayat suci Al Quran.
Hal tersebut sering terjadi saat psikologis Alpin terganggu. Saat itu tahun 2015. Yayat Rohayati ke Hongkong meninggalkan suami dan anaknya itu.
Psikologis Alpin diklaim makin parah saat hubungan rumah tangga Yayat dan suaminya mulai goyah.
"Alpin tambah sakit, suka kayak kesurupan kalau mendengar azan atau mengaji, merasa bising, panas dan terganggu," sambung Yayat.
Yayat menceritakan hal tersebut diungkapkannya di channel YouTube Lampung TV, Jumat (18/09/2020) kemarin.
Hingga artikel ini diturunkan, keterangan ibunya Alfin yang ditayangkan di YouTube Lampung TV itu sudah ditonton sampai 200 ribu kali.
Ribuan komentar dari warganet pun juga membanjiri kolom komentar unggahan tersebut.
"Jangan bohong ibu ingat adzab Allah SWT sangat pedih," kata Siswa*** meragukan keterangan ibu Alfin.
"Hanya Kepada Allah semua kita akan kembali dan akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan yg kita lakukan, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada dalam hati manusia," tulis pemilik akun AKBP Fadh**
Baca Juga: Alpin Sang Penusuk Syekh Ali Jaber Stress Sejak Ditinggal Ibunya Jadi TKI
"Andai kejadian ini menimpa saudara Alfin, apa yang akan terjadi. Ini zaman pendustaan dan zaman PEMBODOHAN PUBLIK!" celoteh warganet lainnya dengan akun Hendr**
Syekh Ali Jaber ditusuk Alpin Andrian saat mengisi suatu pengajian di daerah Lampung, Minggu (13/09/2020).
Alfin yang menusuk Syekh Ali Jaber pun langsung diringkus di lokasi kejadian dan sempat diisukan mengalami gangguan jiwa.
Akan tetapi, pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut menegaskan bahwa Alpin Andrian dalam kondisi sadar saat melancarkan perbuatan kejinya itu.
Pesan Syekh Ali Jaber
Ulama Syekh Ali Jaber menyampaikan pesan khusus kepada AA, penusuk yang menyerangnya di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
Ia sempat bermimpi bertemu AA ketika tidur dan bertanya tentang keadaan penusuknya.
"Saya mimpi bertemu dengannya, kemudian saya sempat ucapkan apa yang diucapkan oleh Rasulullah, apa yang mendorongmu melakukan hal itu? Kamu enggak apa-apa kan?" kisah Syekh Ali Jaber Syekh Ali Jaber dalam tayangan Youtube-nya, Jumat (18/9/2020).
Kepada AA, Syekh Ali Jaber meminta maaf tidak bisa menyelamatkannya dari penghakiman warga sehingga meninggalkan luka lebam di tubuhnya.
"Pesan saya kepada AA, semoga kamu kembali sehat, bisa lekas dari luka-luka dan saya minta maaf karena kejadian sampai terlihat lukanya yang cukup serius. Saya minta maaf karena di saat yang sama saya tidak bisa membelamu sepenuhnya, saya tidak bisa datang," kata Syekh Ali Jaber.
Dalam tayangan itu, Syekh Ali Jaber mengaku tidak mampu menahan amarah warga karena dirinya juga tengah terluka dan berusaha mencabut patahan pisau yang menancap di lengannya.
"Jadi saya minta maaf mungkin saya tidak bisa di saat yang pas mendahului jemaah untuk menjagamu untuk tidak disakiti," ungkap dia.
Ulama kelahiaran Arab Saudi ini kembali meminta maaf kepada AA dan berdoa semoga Allah memaafkan dosanya.
"Qadarullah mudah-mudahan Anda mampu dan membukakan pintu maaf untuk saya karena saya tidak bisa sepenuhnya membelamu saat itu," imbuhnya.
Syekh Ali Jaber menyatakan ia tidak ingin membicarakan latar belakang pelaku, termasuk mengenai kabar kejiwaan pelaku yang sempat menuai pro dan kontra.
Kendati demikian, Syekh Ali Jaber menyayangkan pernyataan tentang gangguan jiwa yang diidap pelaku yang sempat dilontarkan oleh kepolisian.
"Saya enggak mau cepat berbicara, cuma saya kemarin agak kecil hati ketika terlalu cepat memvonis itu (pelaku punya gangguan jiwa) apalagi pihak kepolisian yang berbicara. Makanya saya lihat, aparat kepolisian bersabarlah dahulu," ujar Syekh Ali Jaber dalam tayangan YouTube Deddy Corbuzier yang dilansir Suara.com, Rabu (16/9/2020).
Kalaupun nantinya pelaku memang benar memiliki gangguan jiwa, Syekh Ali Jaber melanjutkan, ia tetap akan menerima kenyataan tersebut.
Ia juga meminta agar peristiwa penusukan ini tidak dikaitkan dengan isu apapun. Ulama kondang ini lantas menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada aparat kepolisian.
"Ini kalau boleh dianggap, ini kasus saya. Saya anggap ini kejadian karena takdir Allah. Saya tidak mau dikaitkan dengan gerakan mana pun, politik, atau isu-isu apapun, saya tidak mau," jelas dia.
Ia tak menampik jika sejumlah pihak pernah membisikinya bahwa peristira tersebut berkaitan dengan gerakan atau isu tertentu. Namun Syekh Ali Jaber menolak mendengarkannya.
"Sampai ada yang bisikin saya, ini karena aliran ini. Tidak mau saya dengar. Anda bisa berbicara lebih baik? Kalau tidak bisa bicara lebih baik diam," kata ulama yang telah tinggal di Indonesia selama 12 tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Tunggakan Pajak Mobil Mewah di Banten Capai Rp100 Miliar, Mayoritas di Tangerang Raya
-
Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan
-
Sembunyikan 93 Gram Sabu di Boks Motor, Pelarian DPO Narkoba di Serang Berakhir di Jeruji Besi
-
Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang
-
Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur hingga November 2026