SuaraBanten.id - Tren olahraga bersepeda kian digandrungi masyarakat akhir-akhir ini, khususnya yang tinggal di perkotaan. Dari penghobi, komunitas, hingga pegowes pemula beramai-ramai memenuhi jalan-jalan perkotaan.
Namun, meningkatnya trend bersepeda kadang tak diimbangi pengetahuan dasar dari pegowes.
Padahal, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan atau dihindari pesepeda agar bisa menjalankan kegiatannya dengan aman dan nyaman.
Kepada Suara.com, Manajer Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Oldy Sofyan Ali membagikan tips bersepeda khususnya bagi para pegowes pemula.
Oldy membagi tiga tahapan dalam bersepeda yakni sebelum, saat, dan sesudah.
Ditengah pandemi Covid-19, PB ISSI turut mengeluarkan protokol kesehatan agar para pegowes turut bersepeda dengan aman.
Protokol itu menambah satu tahapan yang perlu diperhatikan, yakni saat kembali ke rumah. Berikut tips bersepeda yang aman:
1. Sebelum Bersepeda
- Mengecek Kesehatan Fisik dan Kondisi Sepeda
Baca Juga: Gerindra Buka Suara Soal Wacana Pajak Sepeda, Malah Diskakmat Warganet
Dalam fase persiapan, Oldy menyebut seorang pegowes harus memerhatikan dua hal yakni kondisi sepeda dan orang itu sendiri termasuk fisik dan atribut yang digunakan.
Terkait kondisi sepeda, Oldy menyebut para pegowes harus memastikan apakah tunggangannya layak jalan. Semua partisi sepeda harus dicek kondisinya.
"Kami selalu kampanyekan bersepeda itu yang benar ada persiapan, saat dijalan, dan setelahnya," kata Oldy kepada Suara.com, Senin (29/6/2020).
"Di fase persiapan itu otomatis ada orang dan sepedanya. Dari sepedanya itu harus dicek semua dari mulai tekanan bannya, remnya dan lainnya, apakah layak untuk jalan. Sama seperti kalau kita mau naik motor."
"Setelah sepeda siap, kita lihat orangnya. Orangnya ini, pertama harus menggunakan atribut atau apparel yang sesuai untuk naik sepeda. Dari helm, sarung tangan, dan sekarang ditambah masker, jaga jarak untuk hindari Covid-19."
- Pemanasan
Selain memerhatikan kondisi sepeda, seorang pegowes tak boleh melupakan sesi pemanasan. Sebelum pergi, para pesepeda harus merenggangkan tubuhnya.
"Kalau pesepeda yang intesitasnya sudah medium mereka otomatis perhatikan itu, mereka olahraga intensitasnya sudah sedang. Jadi streching before dan after," beber Oldy.
- Tentukan Jarak dan Tujuan yang Jelas
Oldy menekankan bahwa pegowes harus sudah menentukan berapa jarak maksimal yang akan mereka tempuh, dan ke mana tujuan mereka berolahraga sepeda.
Penentuan jarak disebutnya amat penting dan berkaitan erat terhadap persiapan pegowes agar bisa menyiapkan sepeda yang lebih layak serta fisik yang prima.
"Lalu bersepeda ingin berapa kilometer, break di kilometer berapa," bebernya.
- Perhatikan Protokol Kesehatan
PB ISSI mengimbau para pegowes untuk memerhatikan jalur bersepeda yang aman dan sesuai himbauan pemerintah. Khususnya terkait protokol kesehatan Covid-19.
Di sisi lain, bagian-bagian sepeda yang kerap bersentuhan dengan tangan juga harus selalu dibersihkan. Para pesepeda juga diminta rajin mencuci tangan dengan sabun.
"Untuk menghindari droplet, gunakan pakaian lengan panjang, sarung angan, masker, kacamatan, penutup kepala (bandana/cycling cap), membawa handsanitizer dan handuk kecil," demikian pernyataan PB ISSI.
Khusus untuk penggunaan masker, PB ISSI meminta para pegowes memilih masker khusus yang bahan kainnya tidak terlalu rapat agar tak mengganggu pernafasan.
"Juga membawa botol minum yang tertutup plastik dan membawa alat makan sendiri."
2. Saat Bersepeda
- Jaga Jarak Sosial
Protokol PB ISSI mengimbau para pegowes sebaiknya bersepeda sendirian. Jika ingin berkelompok, atur formasi dalam rombongan kecil yakni 2-4 pesepeda.
Di samping itu, para pegowes juga harus memetakan jalur bersepeda yang sekiranya jauh dari keramaian dan tidak masuk zona merah Covid-19.
"Jaga jarak kiri-kanan antar pesepeda dan kendaraan lain minimal dua meter," tulis PB ISSI.
Selain itu, para pegowes juga diminta menjaga jarak depan dan belakang antar pesepeda minimal 4 meter.
Kondisi itu dilakukan agar mengindari kecelakaan yang terjadi akibat rem mendadak dari pegowes di depan.
"Semakin tinggi kecepatan bersepeda, jarak harus semakin jauh (>20 meter)."
- Patuhi Rambu dan Aturan Lalu Lintas
Oldy turut mengimbau para pesepeda untuk lebih sadar akan kepatuhan berlalu lintas. Pesepeda sama dengan pengendara lain, harus patuh dengan aturan di jalan.
"Selama kita di jalan, kita harus patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada," ujarnya.
"Yang terbaru khususnya di jalur utama Sudirman-Thamrin, dari Pemda DKI Jakarta menyediakan lajur khsusus sepeda. Itu harus dipatuhi di mana kita ikuti line yang ada," tambahnya.
- Atur Waktu Istirahat
Para pegoews pemula terkadang tidak menyiapkan aturan atau waktu baku untuk beristirahat.
Oldy menyebut mereka bisa menentukan kapan periode yang pas untuk berhenti dan mengisi tenaga.
"Setelah menentukan jarak tempuh dan tujuan, mereka mungkin nanti kalau sudah 30 menit atau satu jam itu bisa berhenti. Istirahat," kata Oldy.
- Perhatikan Penggunaan Masker
Menurut Oldy, berolahraga, khususnya yang dilakukan dengan intensitas menengah dan tinggi seharusnya dilakukan tanpa masker atau penutup wajah.
Penutup wajah dikahwatirkan berefek buruk bagi kesehatan orang yang berolahraga, dalam hal ini para pegowes karena menghambat aliran oksigen ke paru-paru.
Namun, khusus pegowes yang hanya ingin menikmati olahraga sepeda dengan santai alias intensitas rendah, masker bisa tetap digunakan.
"Kalau intensitas kita sudah mulai sedang, itu kita perlu intensitas oksigen banyak. Maskernya harus dibuka," beber Oldy.
"Kalau pakai masker justru membahayakan orang itu sendiri. Namun, apabila intesitasnya rendah, mungkin masker bisa tetap digunakan."
3. Selesai Bersepeda
- Pendinginan
Banyak orang yang kurang memerhatikan tahapan ini. Tak hanya para pegowes, namun meliputi orang-orang yang berolahraga secara umum.
Di tahap ini, seorang pegowes harus kembali melakukan peregangan, atau pendinginan.
Pendinginan dilakukan sebagai proses recovery agar fisik dan stamina yang telah terkuras selama kegiatan bisa kembali pulih.
"Pendinginan kalau diaplikasikan ke atlet itu panjang tahapannya. Ada beberapa step untuk recovery. Semakin tinggi intesitas olahraga, semakin lama waktu untuk recovery," kata Oldy.
"Tapi untuk penghobi tak sampai segitunya. Mereka mungkin melakukan pendinginan saja," tambahnya.
Pendinginan harus dilakukan secara bertahap layaknya atlet. Para pegowes tak boleh serta-merta berhenti atau beristirahat seusai bersepeda.
Mereka harus melakukan berbagai peregangan di bagian-bagian tubuh tertentu agar tekanan darah, serta otot-otot bisa kembali normal.
"Pendinginan sebaiknya tidak mendadak berhenti. Streching-nya itu intensitasnya rendah, streching biasa," tutur Oldy.
"Misal ada peregangan di bagian tangan, punggung, dan pinggang. Setelah itu baru boleh istirahat."
"Kalau misalkan (habis bersepeda) langsung duduk, ditakutkan tidak baik bagi otot-otot kita yang telah digunakan sebelumnya."
- Protokol Kesehatan di Rumah
Sementara dari protokol kesehatan PB ISSI, para pegowes diminta untuk tetap menjaga jarak aman saat beristirahat.
Gunakan peralatan dari mulai handuk, tisu, botol minum secara sendiri-sendiri.
"Selalu gunakan masker kecuali saat makan dan minum. Hindari berbagi bekal pribadi dengan orang lain. Istirahat secukupnya, tidak perlu nongkrong terlalu lama."
PB ISSI juga menambahkan satu tahapan lagi usai pegowes menunaikan aktivitasnya yakni memberlakukan protokol kesehatan saat pulang ke rumah.
Para pegowes diimbau melepaskan seluruh perlengkapan yang digunakan saat tiba di rumah dan menghindari kontak fisik dengan orang lain, serta jangan menyentuh perabotan.
"Semprot helm, sepatu dan kacamata dengan cairan disinfektan. Segera lepas atribut dan cuci dengan deterjen."
"Segera bersihkan diri, mandi dan keramas. Istirahat dan pulihkan cairan yang hilang dari tubuh."
Jadi, jangan asal bersepeda ya guys. Selain harus memperhatikan kondisi fisik dan juga sepeda, wajib mematuhi protokol kesehatan di tengah Covid-19 dan peraturan lalu lintas yang berlaku.
Berita Terkait
-
Siaga Bensin Langka: Ini 6 Rekomendasi Sepeda Listrik Termurah Mulai 2 Jutaan
-
Perbedaan Sepeda Lipat Ukuran 16 Inci vs 20 Inci untuk Komuter, Mana yang Lebih Cocok?
-
4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor
-
Berapa Harga Sepeda Genio? Ini 3 Pilihan Terbaik Paling Murah
-
Cara Modifikasi Sepeda Gunung MTB Jadi Sepeda Touring Harian, Segini Estimasi Biayanya
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Akses Sekolah dan Ekonomi Warga Makin Mudah
-
Membangun Ekonomi dari Desa, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih
-
Update Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel: 2 Orang Tewas, 11 Luka-Luka, Korban Parah Dirujuk
-
Teka-teki Ledakan Pasar Cimanggis Terkuak, Ruko Ternyata Tempat Suplai Buah MBG
-
Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat