alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Biadab, Penjaga Warung Sekap dan Cabuli Remaja di Pamulang Tangerang Selatan

Hairul Alwan Selasa, 19 Oktober 2021 | 22:18 WIB

Biadab, Penjaga Warung Sekap dan Cabuli Remaja di Pamulang Tangerang Selatan
Ilustrasi pencabulan/perkosaan terhadap anak. (Shutterstock)

Warga sekitar pun geger lantaran lingkungan tersebut ramai aktifitas warga. Warung pelaku bahkan berada di pinggir jalan di Pamulang.

SuaraBanten.id - Seorang remaja berinisial Y (14) di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belakangan menjadi korban penyekapan dan pencabulan penjaga warung kelontong dekat rumahnya.

Mengetahui kabar tersebut, warga sekitar pun geger lantaran lingkungan tersebut ramai aktifitas warga. Warung pelaku bahkan berada di pinggir jalan di Pamulang.

Salah seorang warga sekitar Agus mengatakan, peristiwa pencabulan terjadi Senin (18/10/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Kata Agus, perbuatan cabul pelaku diketahui ketika korban menangis keluar dari warung kelontong yang ada di samping rumahnya.

Baca Juga: Terungkap, Zat Kimia Tumpah Saat Kecalakaan Beruntun Tol Tangerang-Merak Bisa Bikin Sesak

Agus menceritakan, saat itu korban diminta orang tuanya membeli gula putih di warung pelaku. Tetapi, korban cukup lama berbelanja di warung pelaku.

Lokasi penyepakan dan pencabulan yang diduga dilakukan penjaga warung kelontong terhadap remaja berusia 14 tahun di Pamulang, Tangsel, Senin (18/10/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]
Lokasi penyepakan dan pencabulan yang diduga dilakukan penjaga warung kelontong terhadap remaja berusia 14 tahun di Pamulang, Tangsel, Senin (18/10/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

"Jadi korban ini disuruh beli gula ke warung pelaku, tapi agak lama. Tiba-tiba kembali sambil menangis," kata Agus dikutip dari SuaraJakarta.id, Senin (18/10/2021).

Menurut pengakuan Agus, ia tak mengetahui betul identitas pelaku. Diketahui, pelaku diketahui baru sekira tiga bulan menjaga warung kelontong tersebut.

"Kita nggak tahu, tadi ditanya identitasnya juga nggak punya KTP. Baru sekitar dua-tiga bulan di sini, emang ganti-ganti terus orangnya (penjaga warungnya—red)," ungkapnya.

Terpisah, S ibu korban pencabulan, terlihat masih syok atas peristiwa pencabulan yang dialami putrinya. S enggan memberikan keterangan saat ditemui wartwan.

Baca Juga: Kabupaten Tangerang Dikeluarkan Dari Daerah Aglomerasi, Gegara Capaian Vaksin Minim

"Enggak, enggak. Sudah selesai, sudah damai," kata S sambil menggendong cucu atau anak Y korban.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait