SuaraBanten.id - Kabupaten Lebak yang memiliki nama alias Tanah Multatuli--dipetik dari nama panggung penulis novel Edward Douwes Dekker, penulis novel Max Havelaar yang mengambil setting di Lebak, Banten--terus berbenah untuk memantapkan namanya di sektor pariwisata.
Artinya, akan terdapat beberapa kawasan yang diracik menjadi daerah kunjungan para tamu dan peminat jalan-jalan ke Provinsi Banten. Apalagi sebagai daerah penyangga ibu kota Banten, Serang, Lebak memiliki sederet destinasi unggulan.
Dikutip dari BantenHits, mitra SuaraBanten.id, destinasi wisata paling baru adalah Kebun Strawberry dan Agro Wisata Durian yang muncul dari hasil karya Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak.
Berlokasi di Desa Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Kebun Strawberry berdiri dari hasil kerja sama Distanbun Lebak dengan Asmat, seorang petani berusia 49 tahun.
Sementara Agrowisata Durian berlokasi di Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar adalah buah kerja sama Distanbun Lebak dengan Jihan, seorang petani millenial yakni.
"Ini salah satu bentuk mendukung visi misi Bupati Lebak menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata unggulan Nasional berbasis potensi lokal," jelas Kepala Distanbun Lebak, Rahmat Yuniar kepada BantenHits, Selasa (1/12/2020).
Berdirinya dua destinasi wisata ini juga menandai penugasan Rahmat Yuniar membuat Proyek Perubahan (Proper) saat pelatihan kepemimpinan tingkat 2.
"Saat pelatihan kepempimpinan tingkat 2 para peserta diwajibkan membuat proper atau proyek perubahan dengan judul peran pertanian dan perkebunan sebagai potensi lokal dalam memperkuat destinasi wisata di Kabupaten Lebak," jelasnya.
"Kebun stroberi dibuat untuk mendukung destinasi wisata "Negeri di Atas Awan", sedangkan menata kawasan agrowisata durian untuk mendukung destinasi Baduy serta penyediaan oleh-oleh khas Lebak di setiap destinasi wisata. Salah satunya jahe merah dan gula aren," imbuh mantan pegawai Dinas Ketahanan Pangan itu.
Baca Juga: 3 Langkah Mengemudi Aman di Tanjakan, Jangan Lupa Beri Napas Mobil
Berita Terkait
-
Mental Inlander dan Luka Panjang Kolonialisme dalam Buku Max Havelaar
-
Buku Max Havelaar: Suara dari Lebak 1860 yang Mengguncang Kolonialisme
-
Ironi di Tanah Jawara, Lebak Jadi Sarang Kawasan Kumuh Terluas di Banten
-
Menikmati Pesona Wisata Hidden Gem: Curug Munding di Lebak Banten
-
4 Rekomendasi Buku dengan Vibes Mirip Bumi Manusia, Yuk Baca Sejarah!
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman